Korban Tewas KM Martasiah Menjadi 26 Orang

oleh

Korban tewas dari peristiwa tenggelamnya kapal penumpang dan barang KM Martasiah di Tanjung Dewa, Kelumpang Utara, Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (6/6), yang berhasil ditemukan hingga Selasa siang menjadi 26 orang. <p style="text-align: justify;">Koordinator Tim Search And Rescue (SAR) Rusliansyah, mengatakan, tim evakuasi masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.<br /><br />"Pencarian korban baru akan dihentikan, setelah tidak ditemukan tanda-tanda masih adanya korban yang tersisa," jelasnya.<br /><br />Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru, drg Cipta Waspada, menambahkan, dari 26 korban tewas, 18 korban di antaranya ditemukan pascamusibah hingga Selasa dini hari, sedangkan sembilan korban tewas lainnya ditemukan Selasa pagi.<br /><br />Sedangkan korban selamat sebanyak 73 orang, sebagian dirawat di ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU), sebagian menjalani rawat inap dan sebagian lainnya menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru.<br /><br />Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru H dr Sudarsono Kyai Demak, menyebutkan, korban selamat yang masih dirawat di ruang ICCU atas nama Aida Susanti warga Kotabaru.<br /><br />Tim evakuasi penyelamatan dari sejumlah instansi, Selasa siang, kembali menemukan tiga mayat korban tenggelamnya KM Martasiah di Tanjung Dewa, Kelumpang Tengah, Kotabaru, Kalimantan Selatan.<br /><br />Ia menuturkan tidak menutup kemungkinan masih akan ditemukan korban selamat dan korban meninggal dunia, karena informasi jumlah penumpang masih simpang siur.<br /><br />Sementara itu, KM Martasiah merupakan jenis kapal kayu ang mengangkut penumpang dan barang.<br /><br />Kapal Martasiah membuka pelayaran Kotabaru-Geronggang, Kelumpang Tengah, untuk menempuh perjalanan ke Geronggang memerlukan waktu tempuh sekitar 2-3 jam.<br /><br />Rencananya, KM Martasiah Senin (6/6) sekitar pukul 10.00 Wita bertolak dari pelabuhan Panjang Kotabaru menuju pelabuhan Geronggang.<br /><br />Baru sekitar 1-1,5 jam berlayar, atau tepatnya di perairan Tanjung Dewa lambung kapal sebelah kanan dihantam ombak dan angin kencang yang membuat kapal oleng dan tenggelam. <strong>(phs/Ant)</strong></p>