Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin hingga saat ini memiliki 30 orang penderita virus HIV/AIDS. <p style="text-align: justify;">Para penderita tersebut terbagi dari 24 orang penderita virus HIV dan 6 orang penderita AIDS, ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Diah, kepada ANTARA, Senin.<br /><br />Pendataan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tersebut melalui tim pelacak yang bertugas mencari keberadaan orang-rang yang terkena virus mematikan itu, tambahnya.<br /><br />Dengan demikian, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan akhirnya membuat outlet alat kontasefsi yakni kondom guna penanggulangan HIV/AIDS.<br /><br />Para penderita virus HIV/AIDS tersebut akan terus dipantau oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin guna mendapatkan bantuan layanan kesehatan.<br /><br />Berbagai gejala terserang virus AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang cukup baik atau sedang vit.<br /><br />Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV.<br /><br />Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan.<br /><br />HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.<br /><br />Oleh sebab itu diharapkan kepada seluruh masyarakat agar menghidari hubungan intim secara bebas tanpa ikatan suami isteri guna menghindari penularan HIV/AIDS, demikian Diah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














