Kota Banjarmasin Tidak Targetkan Penghargaan Adipura

oleh

Pemerintah Kota Banjarmasin di Provinsi Kalimantan Selatan tidak menargetkan masuk peringkat atau mendapat penghargaan kebersihan berupa anugrah Adipura tahun 2011. <p style="text-align: justify;">Hal itu dikemukakan Wali Kota Banjarmasin H Muhidin, Selasa (29/03/2011), mengingat Ibu Kota Provinsi Kalsel yang mendapat julukan kota seribu sungai itu kondisinya saat ini belum terlalu bersih sehingga kurang layak mendapat penghargaan Adipura.<br /><br />"Jika Banjarmasin mendapatkan penghargaan Adipura, maka dikhawatirkan penghargaan tersebut akan menimbulkan pertanyaan besar dan bisa menimbulkan fitnah, karena kondisi kota masih terlihat kurang bersih," ucapnya.<br /><br />Alasan lain tidak menargetkan Adipura, yaitu masih kurangnya kesadaran sebagian masyarakat akan kebersihan dan masa kerjanya sebagai Wali Kota Banjarmasin yang baru tujuh bulan, sehingga belum terkonsentrasi untuk mendapatkan penghargaan supremasi kebersihan itu.<br /><br />"Meski demikian, Adipura tetap menjadi impian. Karenanya seluruh satuan perangkat kerja daerah (SKPD) Kota Banjarmasin yang terkait diwajibkan meningkatkan segala upaya untuk melakukan perbaikan," demikian Muhidin.<br /><br />Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin, H Hamdi menyatakan, pihaknya saat ini berupaya keras melakukan pembenahan guna menghadapi penilaian Adipura 2011.<br /><br />Dengan demikian diharapkan seluruh masyarakat Banjarmasin dapat berpartisipasi guna menciptakan kota yang bersih agar dapat meraih peningkatan nilai Adipura di tahun 2011, katanya.<br /><br />Partisipasi dimaksud, antara lain kepedulian warga, baik penduduk kota Banjarmasin sendiri maupun masyarakat pendatang yang berkunjung ke ibukota Kalsel sama-sama menjaga kebersihan lingkungan.<br /><br />Kebersihan lingkungan mencakup jalanan, pasar, sarana dan prasarana sosial atau umum, serta kawasan permukiman yang menjadi tempat tinggal sendiri.<br /><br />Selain itu, peduli terhadap upaya menciptakan keteduhan, seperti menanam pohon peneduh dan memeliharanya sehingga bisa berfungsi sebagai penyejuk dan keindahan kota, demikian Hamdi.<br /><br />Pada awal kepemimpinan Wali Kota Banjarmasin, H Yudhi Wahyuni Tahun 2005, kota seribu sungai tersebut sempat mendapatkan predikat terkotor dari sejumlah kota besar di Indonesia, kemudian terus meningkat sehingga dalam tiga tahun terakhir bisa masuk tujuh besar.<br /><br />Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Banjarmasin H Rusmin berharap, walau belum berhasil meraih penghargaan Adipura, tapi tetap berada dalam tujuh besar, bukan kota terkotor.<strong> (phs/Ant)</strong></p>