Inflasi Kota Pontianak pada Februari 2014 tercatat paling tinggi se-Indonesia yakni 2,73 persen dengan year on year mencapai 10,94 persen. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala BPS Provinsi Kalbar Badar di Pontianak, Senin, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga di enam kelompok pengeluaran.<br /><br />Yakni kelompok bahan makanan 2,26 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 2,70 persen; kelompok sandang 0,82 persen; kelompok kesehatan 1,07 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,63 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 9,39 persen.<br /><br />Sedangkan yang mengalami penurunan hanya satu kelompok yakni perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,68 persen.<br /><br />Komoditas yang naik harganya pada Februari 2014, antara lain angkutan udara, nasi dengan lauk, es, cabai rawit, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, ayam goreng, kembung/gembung, bimbingan belajar.<br /><br />Sementara yang mengalami penurunan, bahan bakar rumah tangga, sawi hijau, bawang merah, udang basah, kangkung, pisang, kol putih/kubis, sawi putih, gula pasir, ikan singapur.<br /><br />Februari juga bertepatan dengan perayaan keagamaan di Kalbar yakni Cap Go Meh sehingga memicu kenaikan harga terutama transportasi.<br /><br />Secara nasional, dari 82 kota yang dicatat Indeks Harga Konsumen (IHK), 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota deflasi.<br /><br />Singkawang, kota nomor dua di Kalbar, juga menempati nomor dua inflasi tertinggi se-Indonesia dengan besaran 1,75 persen pada Februari. <strong>(das/ant)</strong></p>


















