Kotabaru Berperan Penting Turunkan Kemiskinan Di Kalsel

oleh

Kabupaten Kotabaru memiliki peran penting dalam menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Kalimantan Selatan, terlebih saat ini Kalsel menduduki peringkat tiga dari 35 provinsi di Indonesia yang jumlah penduduk miskinnya sedikit. <p style="text-align: justify;">Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan di Kotabaru, Senin mengatakan, angka kemiskinan di Kalsel sebelumnya 5,12 persen dari jumlah penduduk sebanyak 3.922.790 jiwa turun menjadi 4,19 persen.<br /><br />"Keberhasilan Kalimantan Selatan dalam mengurangi jumlah masyarakat miskin tidak terlepas dari Kotabaru yang dipimpin Irhami Ridjani dengan Rudy Suryana," terang Wagub dalam acara peringatan hari Jadi Kotabaru ke-65.<br /><br />Atas nama Pemprov Kalsel Rudy memberikan apresiasi kepada pasangan Bupati dan Wakil Bupati Irhami Ridjani dengan Rudy Suryana, atas kerja kerasnya dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kotabaru.<br /><br />Sementara itu, angka kemiskinan di Kabupaten Kotabaru selama pemerintahan Irhami Ridjani-Rudy Suryana periode 2010-2015 turun sekitar 0,95 persen.<br /><br />"Pada 2014 angka kemiskinan sebesar 4,50 persen dari jumlah penduduk sekitar 314 ribu jiwa turun 0,95 persen dibandingkan 2011 sebesar 5,45 persen," kata Bupati Kotabaru Irhami Ridjani.<br /><br />Selain angka kemiskinan turun tingkat pengangguran terbuka di Kotabaru juga turun dari 4,81 persen pada 2011 menjadi 3,70 persen pada 2014 atau turun 1,11 persen.<br /><br />Seiring dengan turunnya tingkat kemiskinan dan angka pengangguran, pendapatan perkapita masyarakat Kotabaru meningkat sebesar Rp13,5 juta atau sekitar 40,8 persen dari Rp33,1 juta pada 2011 menjadi Rp46,6 juta pada 2014.<br /><br />Variabel penting lain untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat adalah dari indeks pembangunan manusia (IPM), di mana pada 2014 IPM Kabupaten Kotabaru mencapai 73,57 persen atau mengalami peningkatan sebesar 2,37 persen dari 71,20 persen pada 2011.<br /><br />Menurut dia, IPM Kabupaten Kotabaru lebih besar dari IPM rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan kata lain tingkat kesejahteraan masyarakat Kotabaru pada 2014 terus meningkat dari 2011 dan lebih tinggi dari tingkat kesejahteraan masyarakat Kalsel.<br /><br />Bupati menerangkan, implementasi dari prioritas pembangunan yang ke lima dari lima prioritas pembangunan, yaitu pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal, yang diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penurunan angka kemiskinan di Kotabaru.<br /><br />Dikatakan, pengembangan ekonomi lokal dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat dalam pembangunan ekonomi khususnya untuk pertanian, perkebunan, perikanan/kelautan, peternakan dan kehutanan melalui pemberian bantuan bibit dan sarana produksi, pelaksanaan pelatihan dan sosialisasi serta fasilitasi pemasaran hasil. (das/ant)</p>