Kotabaru Kalsel Masih Mengandalkan Beras Luar Daerah

oleh

Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan dengan jumlah penduduk berdasarkan sensus penduduk 2011 sekitar 290.651 jiwa hingga saat ini masih mengandalkan pasokan beras dari luar daerah. <p style="text-align: justify;">"Agen-agen beras di Komplek Pasar Kemakmuran Kotabaru hingga saat ini masih mendatangkan beras dari Surabaya, Sulawesi, Banjarmasin dan Hulu Sungai Tengah," kata Kepala Bidang Perdagangan Hj Ratnawati, melalui staf lapangan Udin di Kotabaru, Kamis.<br /><br />Rata-rata dalam satu bulan, agen besar mendatangkan beras masih diatas 100 ton.<br /><br />Jumlah tersebut akan meningkat hingga 100 persen, apabila terjadi gelombang besar.<br /><br />"Guna mengantisipasi terjadinya stok beras yang menipis, agar tidak terjadi kekurangan pangan, karena biasaynya saat gelombang besar distribusi beras terganggu," jelasnya.<br /><br />Adapun jenis beras yang biasa didatangkan oleh para agen ke Kotabaru, diantaranya, beras raja lele, semar, unus mutiara, dan beras karang dukuh.<br /><br />Sementara itu, Depot Logistik (Dolog) Kotabaru, pada 2011 dipastikan gagal menyerap beras lokal, karena harga beras lokal di lapangan di atas harga pembelian pemerintah (HPP) Rp5.060 per kilogram.<br /><br />"Kami tidak bisa membeli beras lokal, karena harga beras lokal lebih tinggi yakni, kisaran Rp6.000 per kilogram, sementara Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan sebesar Rp5.060 per kilogram," kata Kepala Dolog Kotabaru, Rony Hadianto.<br /><br />Periode 2011, Dolog Kotabaru menargetkan dapat menyerap beras lokal sekitar 3.000-4.000 ton untuk memenuhi kebutuhan beras untuk rumah tangga miskin di daerah itu.<br /><br />Rencananya, beras tersebut untuk keperluan pelayanan sebanyak 3.000 ton dan untuk stok akhir 1.000 ton," jelas Rony.<br /><br />Dia berharap dengan HPP sebesar Rp5.060 per kilogram, Dolog Kotabaru dapat memenuhi target pembelian beras dari petani lokal hingga 4.000 ton.<br /><br />Seperti biasa, untuk dapat merealisasikan penyerapan beras itu, Dolog Kotabaru akan melibatkan sejumlah pengusaha dan petani setempat.<br /><br />Seperti tahun sebelumnya, sebagian beras yang diserap Dolog Kotabaru dikirim oleh pengusaha dan petani asal Berangas, dan beberapa sentra beras di Kabupaten Kotabaru.<br /><br />Serta petani dan pengusaha asal Batulicin, Pagatan, dan beberapa daerah sentra beras di Kabupaten Tanah Bumbu.<br /><br />Rony menambahkan, tujuan pembelian beras lokal tersebut salah satunya untuk menjaga harga beras petani agar tidak "jatuh" di bawah harga pasar.<br /><br />"Sudah menjadi hal yang lazim setiap musim panen beras khususnya beras jenis lokal haganya anjlok. Akibat rendahnya harga beras tersebut, petani menderita kerugian yang cukup besar," katanya.<br /><br />Agar harga tidak anjlok, pihaknya melakukan pengendalian harga melalui kerja sama dengan pedagang beras dan lembaga ekonomi pedesaan untuk membeli beras petani sesuai HPP.<br /><br />Jika target tidak dapat terpenuhi, Rony optimistis, bahwa harga beras lokal di atas harga HPP, hal itu menguntungkan petani.<br /><br />Namun pertanyaannya, lanjut dia, apakah petani lokal telah menikmati harga beras tinggi, atau harga beras tinggi itu hanya dinikmati oleh pedagang. <strong>(phs/Ant)</strong></p>