Kotabaru Larang Mobil Luar Masuk Saat Harnus

oleh

Dinas Perhubungan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada perayaan Hari Nusantara (Harnus) ke-14 di Kotabaru 9-13 Desember 2014 melarang mobil dari luar daerah masuk ke Kotabaru. <p style="text-align: justify;">"Karena di Kotabaru tidak tersedia parkir mobil, dan dapat dipastikan apabila diperbolehkan masuk Kotabaru, maka akan terjadi kemacetan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru Sugian Noor, di Kotabaru, Selasa.<br /><br />Membantu melayani tamu dari luar daerah ke Kotabaru, Dinas Perhubungan setempat menyediakan ratusan unit armada angkutan darat, seperti bus, mini bus, mobil dinas, dan mobil pribadi yang disewa panitia Hari Nusantara.<br /><br />Menurut Kepala Dinas Perhubungan, lebih 1.000 unit armada dari luar daerah diperkirakan akan masuk Kotabaru, teruitama para tamu undangan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.<br /><br />Pengendara mobil tersebut, lanjut Sugian, diimbau untuk memarkir mobilnya di Kabupaten Tanah Bumbu, dan penumpangnya atau tamu undangan cukup naik kapal fery penyeberangan batulicin-Tanjung Serdang, Kotabaru.<br /><br />"Kita akan jemput semua tamu dengan menggunakan bus, mini bus, bus eksekutif, mobil dinas, dan mobil pribadi," terangnya.<br /><br />Sugian mengemukakan, untuk melayani tamu undangan, panitia menyiapkan sedikitnya 10 bus Damri, puluhan bus reguler, bus eksekutif, dan ratusan mobil dinas serta mobil pribadi.<br /><br />"Sedangkan untuk tamu yang menggunakan transportasi udara, kami masih akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan kementerian terkait, untuk menambah penerbangan maskapai bahkan menambah sejumlah pesawat dari beberapa maskapai untuk melayani tamu dari luar daerah," imbuhnya.<br /><br />Namun kata Sugian, usaha untuk menambah jadwal penerbangan dari pesawat yang kini tengah beroperasi di Bandara Gusti Syamsir Alam Stagen, Kotabaru, belum memberikan jawaban.<br /><br />"Apalagi maskapai yang belum mengoperasikan pesawatnya di Kotabaru, tentu masih fikir-fikir," paparnya.<br /><br />Ia berharap, Kementerian Perhubungan bisa turun tangan dengan memerintahkan perusahaan maskapai untuk mengoperasikan pesawatnya melayani penumpang tujuan Kotabaru. (das/ant)</p>