Kotabaru Pertahankan Suasana Kondusif Terkait Pulau Larilarian

oleh
oleh

Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengimbau masyarakat dan pihak lain tetap menjaga suasana tetap kondusif terkait Putusan Mahkamah Agung Nomor 01 P/HUM/2012 terkait status kepemilikan Pulau Larilarian. <p style="text-align: justify;">Wakil Bupati Kotabaru Rudy Suryana, Senin, mengatakan, Pemkab Kotabaru akan segera melakukan pembinaan di Pulau Larilarian dan segera memasang tanda-tanda penting di pulau itu.<br /><br />"Pemasangan tanda atau patok tersebut, tanpa merusak tanda yang sudah dipasang oleh Pemprov Sulawesi Barat," ujarnya.<br /><br />Hal itu untuk menghindari kemungkinan terjadinya konflik horizontal antara masyarakat Kotabaru (Kalsel) dengan masyarakat Majene (Sulbar).<br /><br />Pemkab Kotabaru juga melakukan inventarisasi semua dokumen terkait dengan rencana kegiatan eksploitasi gas oleh BP Migas (Pearl Oil) di daerah tersebut.<br /><br />Wakil Bupati mengemukakan, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin dan Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani juga telah mendapatkan salinan putusan MA yang mengabulkan gugatan Pemprov Kalsel terhadap Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2011 tentang Wilayah Administrasi Pulau Larilarian yang masuk Sulawesi Barat.<br /><br />Dalam waktu dekat, Pemprov Kalsel akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.<br /><br />Untuk mendukung upaya pengawasan di Pulau Larilarian itu, Pemprov Kalsel juga menyerahkan satu unit kapal khusus kepada Pemkab Kotabaru.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kotabaru, Ir Talib MAP mengatakan, sejak Januari lalu kapal tersebut sudah dioperasikan dan telah melakukan empat kali pengawasan pada pulau tersebut.<br /><br />"Selain untuk melihat kondisi pulau, juga melihat aktivitas para nelayan yang berada di sekitar pulau," ujarnya.<br /><br />Namun, biaya operasional dipastikan cukup besar, sekitar 10 drum atau setara dengan 2 ribu liter, dengan jarak perjalanan dari Kotabaru menuju pulau Lari-Larian sekitar 70 mil. <strong>(phs/Ant)</strong></p>