Kotabaru Rehabilitasi Hutan Kritis Jaga Kesimbangan Lingkungan

oleh

Dinas Kehutanan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, melakukan rehabilitasi kawasan hutan kritis selama beberapa tahun terakhir untuk menjaga keseimbangan lingkungan. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kotabaru H Gusti Syahruddin didampingi Kabid Tataguna Hutan H Sukrowardi, Minggu, mengatakan, beberapa tahun terakhir Dinas Kehutanan Kotabaru merehabilitasi hutan kritis dengan menggunakan dana APBN dan APBD.<br /><br />"Pada 2011 Kotabaru merehabilitasi hutan seluas 3.000 hektare, dikawasan hutan lindung Gunung Sebatung," jelasnya.<br /><br />Sementara itu, berdasarkan data pada 2004-2007, sekitar 247 ribu ha kawasan hutan di Kotabaru dalam kondisi kritis.<br /><br />Hutan kritis paling tinggi terjadi di kawasan hutan produksi (HP) sekitar 184 ribu ha, hutan produksi terbatas (HPT) sekitar 38,6 ribu ha, hutan lindung (HL) sekitar 18 ribu ha, dan kawasan hutan alam/suaka alam (SA) sekitar 5,5 ribu ha.<br /><br />Berdasarkan hasil survei Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito Banjarbaru pada 2004, hutan kritis itu perlu segera direhabilitasi.<br /><br />Untuk memperbaiki kawasan tersebut, Dinas Kehutanan Kotabaru melakukan rehabilitasi hutan melalui program gerakan rehabilitasi hutan (Gerhan) dan dana alokasi khusus (DAK) penghijauan serta beberapa program penghijauan melalui dana APBD Provinsi dan kabupaten.<br /><br />Hingga 2009, Dinas Kehutanan telah melakukan rehabilitasi hutan seluas 3.578 ha, terdiri atas pembuatan hutan rakyat seluas 733,50 ha, pembuatan unit percontohan UPS seluas 10 ha, pembuatan tanaman reboisasi hutan lindung 233 ha dan unit percontohan rehabilitasi hutan bakau seluas 20 ha.<br /><br />Kemudian reboisasi hutan lindung seluas 439 ha, reboisasi hutan produksi seluas 600 ha, rehabilitasi hutan mangrove 260 ha dan pembuatan hutan rakyat seluas 350 ha.<br /><br />Gusti Syahruddin menambahkan, pada 2011 Dinas Kehutanan Kotabaru juga membuka program hutan tanaman rakyat (HTR) seluas 3.900 ha yang melibatkan masyarakat sekitar hutan produksi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>