Kotawaringin Timur Dapat Kuota 87 Formasi CPNS

oleh

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mendapat kuota sebanyak 87 formasi dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil 2014. <p style="text-align: justify;">"Jumlah yang kami usulkan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) sebelumnya ada sebanyak 500 formasi, namun yang disetujui hanya 87 formasi," kata Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kotim Alang Arianto kepada wartawan di Sampit, Rabu.<br /><br />Dari 87 formasi CPNS yang disetujui oleh Menpan-RB tersebut nantinya untuk mengisi bidang tenaga kesehatan, tenaga pendidik (Guru), tenaga penyuluh dan tenaga PNS lainnya serta untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).<br /><br />Hal ini untuk mengisi kekosongan tenaga PNS karena pensiun, mengundurkan diri, dikeluarkan, meninggal maupun untuk posisi yang tenaga PNSnya memang masih kurang.<br /><br />Penerimaan CPNS Kabupaten Kotim 2014 akan dilakukan dengan menggunakan metode Sistem Computer Assisted Test (CAT) atau komputerisasi tes.<br /><br />Menurut Alang, sejumlah persiapan telah dilakukan untuk pelaksanaan tes sistem komputerisasi tersebut, yakni dengan menyiapkan perangkatnya.<br /><br />Pemerintah daerah, dalam hal ini BKD Kabupaten Kotim sudah mengalokasi dana sebesar Rp500 juta untuk pembelian 51 unit komputer baru.<br /><br />Pembelian puluhan unit komputer tersebut menggunakan dana APBD Kabupaten Kotim 2014 dan komputer tersebut diperkirakan akan diterima pada pertengahan Agustus 2014 nanti.<br /><br />"Memang kami saat ini belum mengetahui secara pasti kapan tes penerimaan CPNS 2014 tersebut akan dilaksanakan, namun persiapan harus dilakukan mulai sekarang," katanya.<br /><br />Tes CPNS dengan sistem komputerisasi merupakan untuk pertama kali dilaksanakan sehingga butuh persiapan yang matang.<br /><br />Peserta tes CPNS diperkirakan akan mencapai ribuan, sementara alat penunjang jumlahnya terbatas, untuk itu tes nantinya akan berlangsung hingga beberapa hari.<br /><br />"Untuk pelaksanaan tes dengan sistem komputerisasi tersebut kami masih belum mendapatkan petunjuk, namun kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Badan Kepegawaian Nasional (BKN)," ujarnya. <strong>(das/ant)</strong></p>