Kotawaringin Timur Darurat Kabut Asap

oleh
oleh

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meningkatkan status daerah tersebut dari siaga I menjadi darurat bencana kabut asap. <p style="text-align: justify;">"Peningkatan status tersebut berdasarkan keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menetapkan wilayah Kalimantan Tengah saat ini tanggap darurat bencana kabut asap," kata Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Sanggol Lumban Gaol kepada wartawan di Sampit, Kamis.<br /><br />Dengan telah ditetapkannya peningkatan status tersebut maka penegakan hukumnya akan lebih dipertegas.<br /><br />Penegakan hukum tentang pembakar lahan akan mengacu pada aturan tertinggi, yakni undang-undang dan tidak lagi mengacu pada peraturan daerah (Perda).<br /><br />Bagi pelaku pembakar lahan yang tertangkap maka akan diproses secara hukum dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.<br /><br />"Jika pembakar lahan adalah perorangan, maka oknumnya yang akan ditindak secara hukum. Dan apabila kebakaran lahan tersebut terjadi di areal perkebunan serta pihak perusahaan terbukti melakukan pembakaran maka pihak perusahaan yang harus bertanggung jawab dengan sanksi hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp15 miliar," katanya.<br /><br />Menurut Sanggol, hingga saat ini jumlah hot spot atau titik panas di wilayah Kabupaten Kotim terbanyak di Kalteng.<br /><br />Banyaknya titik panas di wilayah Kabupaten Kotim karena kebakaran lahan sangat sulit dikendalikan terutama untuk lokasi yang jauh dan sulit dijangkau.<br /><br />Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kotim, terhitung sejak 1-22 September 2014 tercata sebanyak 276 titik panas. Jumlah tersebut tersebar di beberapa wilayah.<br /><br />"Kami sudah meminta bantuan ke BNPB untuk mengendalikan kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Kotim, terutama lokasi yang sulit dijangkau," terangnya.<strong> (das/ant)</strong></p>