Kotawaringin Timur Kekurangan 1.500 Tenaga Guru

oleh

Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, saat ini masih kekurangan 1.500 tenaga guru, kata Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) kabupaten ini Yanero di Sampit, Minggu. <p style="text-align: justify;">"Sampai saat ini Kotawaringin Timur (Kotim) kekurangan tenaga guru itu masih belum terpenuhi," kata Yanero.<br /><br />Penyebab kurangnya guru di Kabupaten Kotim itu karena sekolah terus bertambah sementara guru tidak ada penambahan, pemicu lain karena hingga 2014 nanti banyaknya guru yang pensiun, terutama untuk guru inpres akan pensiun semua, katanya.<br /><br />Pemerintah daerah sebelumnya juga telah mengusulkan sedikitnya 500 orang tenaga honorer untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS), namun hingga saat ini belum ada petunjuk atau belun ada kabar beritanya dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).<br /><br />Sebelumnya Kemenpan-RB meminta setiap daerah harus melakukan analisis jabatan dan beban kerja.<br /><br />Analisis itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti seberapa banyak pegawai negeri sipil (PNS) yang dibutuhkan.<br /><br />Misalnya jika ada kekurangan guru matematika di sebuah sekolah maka kekurangan itu yang dimasukan ke dalam usulan sekolah mana saja yang belum ada gurunya.<br /><br />Menurut Yanero, untuk 2013 masih belum ada informasi, Kabupaten Kotim mendapat jatah penerimaan CPNS atau tidak.<br /><br />Salah satu syarat yang paling berat adalah masalah anggaran, kalau anggaran belanja pegawainya tinggi dari anggaran pembangunan maka tidak ada harapan bisa mendapat jatah penerimaan CPNS.<br /><br />Anggaran Kabupaten Kotim saat ini 55 persen untuk belanja pegawai dan 45 untuk belanja pembangunan dan hal itu dianggap kurang sehat, sehingga tidak diperkenankan melakukan penerimaan CPNS, katanya.<br /><br />Standar dikatan anggaran itu sehat dan diperbolehkan menggelar penerimaan CPNS adalah 40 persen belanja pegawai dan 60 persen belanja pembangunan.<br /><br />Meski demikian Kabupaten Kotim masih memiliki peluang karena nantinya akan diteliti betul-betul oleh pemerintah pusat.<br /><br />Sebetulnya ada pengecualian untuk tenaga guru dan tenaga kesehatan, tetap ada penerimaan di dua formasi itu.<br /><br />Jika dilihat secara kasat mata guru di Kabupaten Kotim memang masih kurang terutama untuk sekolah-sekolah di luar kota, meski mereka yang bertugas di daerah perkotaan di pindahkan ke daerah tetap masih kurang, hal itu terjadi karena sekolah terus dibangun atau bertambah sementara guru tidak ditambah.<br /><br />"Fasiltasnya ditambah sementara sumber daya manusianya tidak ditambah untuk itulah tenaga guru di Kabupaten Kotim terus mengalami kekurangan," ungkapnya.<br /><br />Tenaga kesehatan di kabupaten Kotim juga masih mengalami kekurangan, hal itu terjadi karena Pustu terus bertambah.<br /><br />Sedangkan untuk PNS di pemerintahan juga masih kurang, namun khusus untuk tenaga yang sifatnya teknis. <strong>(das/ant)</strong></p>