Kotawaringin Timur Kekurangan 4.000 Ton Beras

oleh

Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah hingga akhir Agustus 2015 lalu mengalami kekurangan beras sebanyak 4.000 ton lebih. <p style="text-align: justify;">"Angka itu sudah jauh berkurang dibandingkan tahun sebelumnya, Kotim mengalami kekurangan beras sebanyak 18.558 ton," kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kabupaten Kotim, I Made Dikantara kepada wartawan di Sampit, Kamis.<br /><br />Made mengungkapkan, kekurangan beras di Kotim karena hingga akhir Agustus 2015 lalu produksi beras petani mencapai 60.000 ton.<br /><br />Produksi beras tersebut dihasilkan dari tanaman padi seluas 22.000 hektare. Produksi beras di Kotim diprediksi masih dapat bertambah hingga akhir 2015 nanti karena masih ada 2.000 hektare sawah yang masa tanamnya ditunda akibat kemarau.<br /><br />Menurut Made, produksi beras Kotim pada 2015 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 30.840 ton.<br /><br />"Secara hitungan produksi beras di Kotim memang meningkat, namun untuk berswasembada beras Kotim masih belum mampu karena masih terjadi kekurangan beras," terangnya.<br /><br />Made mengatakan, kekurangan beras di Kotim diperkirakan baru akan dapat diatasi pada akhir 2016 nanti. Saat ini pemerintah Kotim terus berupaya meningkatkan produksi beras dengan menyusun perencanaan pertanian yang lebih baik lagi.<br /><br />Pertanian di Kotim terdapat di 17 kecamatan. Namun, sentra beras di daerah berada di kawasan selatan yaitu Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan sebagian wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.<br /><br />"Perencanaan itu kami buat untuk meningkatkan hasil produksi, yakni dengan menambah jadwal tanam padi, sehingga petani di Kabupaten Kotim, nantinya tidak hanya menanam padi satu kali dalam setahun, namun diupayakan bisa lebih," katanya.<br /><br />Melalui perencanaan yang matang, diharapkan masyarakat petani dengan dukungan program pemerintah daerah dan pusat nantinya mampu meningkatkan hasil produksi pertaniannya. Sehingga kualitas ekonomi dan kesejahteraan para petani menjadi lebih baik. (das/ant)</p>