Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang 2010 mengalami kekurangan beras sebanyak 21.973 ton. <p style="text-align: justify;">"Dalam lima tahun terakhir Kotawaringin Timur mengalami kekurangan beras, bahkan pada 2009 mengalami kekurangan beras sebanyak 29.255 ton dan pada 2010 mengalami kekurangan 21.973 ton," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kotawaringin Timur, I Made Dikantara, di Sampit, Rabu. <br /><br />Kekurangan beras di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur terjadi sejak 2006 hingga 2010. Pada 2006 kekurangan beras 11.328 ton, 2007 kekurangan 9.617 ton, 2008 kekurangan 20.640 ton, 2009 kekurangan 29.255 ton dari yang butuhkan sebanyak 44.287 ton atau hanya mampu terpenuhi 15.032 ton. <br /><br />Sedangkan pada 2010 Kotawaringin Timur membutuhkan beras sebanyak 50.095 ton yang terpenuhi hanya 28.122 ton atau kekurangan beras sebanyak 21.973 ton. <br /><br />Menurut Dikantara, kurangnya beras di wilayah Kotawaringin Timur karena sarana dan prasarana pertanian masih kurang memadai. <br /><br />Luas sawah produktif di Kabupaten kotawaringin saat ini mencapai 17 ribu hektare lebih dan jumlah itu mengalami pengurangan seluas 2 ribu hektare karena sebagian lahan padi ladang milik masyarakat berubah fungsi menjadi perkebunan karet dan kelapa sawit. <br /><br />"Pemerintah daerah pada 2011 ini bertekat akan meningkatkan produksi beras guna mengatasi kekurangan tersebut," katanya. <br /><br />Produksi beras pada 2011 ditargetkan mampu mencapai 47.634 ton dari luas sasaran panen dari sasaran luas panen 16.755 hektare dan pada pertengahan 2011 mendatang pemerintah daerah juga akan mencetak sawah seluas 300 hektare. <br /><br />Dilakukannya cetak sawah seluas 300 hektare itu berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No.027/317/SG tertanggal 1 Februari 2011 perihal peningkatan produksi beras nasional. <br /><br />"Untuk melaksanakan gerakan peningkatan produksi beras nasional (P2BN) itu nantinya pemerintah daerah akan membentuk poskomando dan akan melibatkan instansi terkait serta seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kotawaringin Timur," terangnya. <br /><br />Dari program itu nantinya pemerintah pusat akan memberikan bantuan bibit unggul bermutu (BUB) kepada petani secara gratis. <br /><br />Bantuan BUB yang akan dibagikan kepada petani nantinya ada dua jenis, yakni BUB untuk 3 ribu hektare padi sawah dan 2 ribu hektare untuk padi ladang dan setiap hektarenya akan mendapatkan bantuan benih padi sebanyak 25 hingga 30 kilogram. <br /><br />"Dengan adanya program pemerintah pusat tersebut diharapkan kekurangan beras di wilayah Kotawaringin Timur dapat teratasi," ungkapnya. <br /><br />Dikantara mengungkapkan, upaya lain untuk mengatasi kekurangan beras di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Distanak telah mengusulkan pembebesan lahan seluas 117 ribu hektare ke Menteri Kehutanan. <br /><br />"Lahan tersebut nantinya akan dijadikan sebagai persawahan dan penggarapannya sendiri akan dilakukan secara bertahap. Untuk mampu berswasembada beras Kotawaringin Timur harus memiliki luasan sawah produktif minimal 30 hektare," ucapnya. <strong>(das/ant)</strong></p>


















