Kotawaringin Timur Layangkan Surat Teguran Ke PLN

oleh

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dalam waktu dekat akan melayangkan surat teguran kepada pihak manajemen PT Perusahaan Listrik Negara pusat di Jakarta terkait pelayanan listrik di daerah tersebut. <p style="text-align: justify;">Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Muhammad Taufiq Mukri di Sampit, Kamis mengatakan, surat teguran tersebut tidak hanya akan dilayangkan kepada PT PLN Ranting Sampit, tapi juga kepada PT PLN Cabang Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan PT PLN Pusat.<br /><br />Dalam surat teguran tersebut nantinya akan disampaikan laporan secara rinci kondisi dan keadaan PT PLN di daerah.<br /><br />Surat teguran tersebut dibuat karena banyaknya keluhan dari masyarakat terkait memburuknya pelayanan yang diberikan PT PLN Ranting Sampit.<br /><br />Dalam satu bulan terakhir pemadaman secara mendadak terus terjadi dan dalam sehari bisa terjadi pemadaman dua hingga tiga kali.<br /><br />Pemadaman yang tidak terjadwal tersebut sangat merugikan masyarakat luas dan pelayanan pemerintah menjadi terganggu.<br /><br />Menurut Taufiq, selama ini pihak PT PLN ranting Sampit bekerja tidak profesional dan tidak dapat menjelaskan alasan yang sebenarnya sehingga harus dilakukan pemadaman listrik secara mendadak.<br /><br />Pemerintah daerah hanya bisa sebatas memberikan teguran dan rasa prihatin terhadap memburuknya pelayanan yang terjadi belakangan ini. PT PLN adalah badan usaha milik negara (BUMN) dan bukan kewenangan pemerintah daerah untuk memberikan intervensi.<br /><br />"Kami harap dengan adanya surat teguran dan rasa prihatin atas memburuknya pelayanan itu ke depannya pihak PT PLN bisa memperbaiki dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sebagai pelanggan atau konsumen," katanya.<br /><br />Pemadaman listrik secara mendadak yang selama ini terjadi selain telah mengganggu kinerja PNS juga mengganggu aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah yang ada di Kota Sampit dan telah merugikan pelaku usaha.<br /><br />Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan pemerintah daerah belum lama ini juga belum membuahkan hasil dan masalah yang terjadi di PT PLN Ranting Sampit adalah masalah teknis dan berkaitan dengan anggaran.<br /><br />Sementara salah seorang pelaku usaha di Kota Sampit, Sulis mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan PT PLN Sampit.<br /><br />"Pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak dan hidupnya juga dengan tiba-tiba membuat sejumlah peralatan salon kecantikannya rusak karena terbakar," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>