Kotawaringin Timur Siapkan Ruang Penanganan Korban Asap

oleh

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyiapkan ruang khusus untuk penanganan korban asap sebagai alternatif masyarakat yang membutuhkan pertolongan. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami menyiapkan Puskesmas Baamang 2 dan puskesmas di Kecamatan Teluk Sampit. Selain ruang dengan pendingin ruangan, di sana juga dilengkapi persediaan tabung oksigen," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur, dr Faisal Novendra Cahyanto di Sampit, Kamis.<br /><br />Puskesmas Baamang 2 yang terletak di Jalan Tjilik Riwut dipilih sebagai tempat evakuasi penderita korban asap karena puskesmas ini cukup refresentatif. Puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap ini diresmikan beberapa bulan lalu dengan ruang lebih luas dan cukup banyak. Lokasinya juga cukup strategis karena di kawasan kota dan mudah dijangkau.<br /><br />Sementara itu, Puskesmas Teluk Sampit juga menjadi solusi karena nyaris bebas kabut asap. Lokasinya yang dekat dengan laut sehingga tidak dilanda kabut asap kebakaran lahan karena konsentrasi asap dengan cepat menghilang tertiup kencangnya angin laut.<br /><br />Kamis sore, sejumlah pejabat meninjau ruang yang disiapkan untuk penanganan korban asap di Puskesmas Baamang 2. Mereka ingin memastikan bahwa ruangan tersebut sudah siap digunakan jika ada warga yang meminta bantuan.<br /><br />"Kondisi asap beberapa hari terakhir ini sudah berbahaya. Ini harus kita waspadai, khususnya bagi yang rentan terkena penyakit seperti bayi, balita dan ibu hamil," jelas Faisal.<br /><br />Kepala Badan Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, Suparman mengatakan, kualitas udara masih berbahaya. Bahkan, takaran indeks pencemaran udaranya terus meningkat dibanding sebelumnya.<br /><br />"Indeks standar pencemaran udara Kota Sampit pada tanggal 21 dan 22 Oktober sebesar 978 ugh/Nm3. Kategorinya sudah di atas berbahaya," kata Suparman.<br /><br />Indeks pencemaran udara saat ini sudah jauh melampaui batas. Takaran pencemaran kategori berbahaya yaitu 300 hingga 350, namun saat ini angkanya sudah mencapai 978 atau naik tiga kali lipat. (das/ant)</p>