Kotawaringin Timur Tanggap Darurat Kekeringan

oleh

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menetapkan daerah tanggap darurat kekeringan memasuki kemarau yang diprediksi terjadi sekitar September 2015. <p style="text-align: justify;">"Status itu kami tetapkan mengingat kondisi dilapangan sudah semakin parah. Sehingga untuk mengatasi permasalahan itu perlu campur tangan pemerintah langsung," kata Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Rukmana Priyatna di Sampit, Kamis.<br /><br />Masalah kekeringan di Kotim perlu penanganan ekstra, sehingga status dari siaga harus ditingkatnya menjadi tanggap darurat. Kekeringan yang terjadi di Kotim, terutama di wilayah selatan terus terjadi dan dikhawatirkan akan meluas ke wilayah lainnya jika tidak segera ditangani.<br /><br />Menurut Rukmana, penanganan kekeringan di wilayah selatan saat ini baru sebatas memasok air bersih ke daerah itu.<br /><br />"Selain darurat kekeringan, Kabupaten Kotim saat ini juga tanggap darurat asap yang berlaku sejak 26 Agustus-30 Oktober 2015 nanti," katanya.<br /><br />Rukmana menyatakan akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) provinsi Kalteng. Koordinasi ini untuk mempermudah penanganan dan peanggulangan bencana kekeringan dan asap.<br /><br />Dasar penetapan status tanggap darurat asap karena indeks standar pencemaran udara (ISPU) pada 22 dan 23 Agustus 2015 terukur PM10: 293,7 ugram/m3 (normal maksimal 150 ugram/m3) sehingga membuat status udara tidak sehat.<br /><br />Asap yang menyapu daerah ini juga dilaporkan telah menyebabkan peningkatan penyakit infeksi saluran pernapasan atas pada pertengahan Agustus ini yakni, tercatat sebanyak 506 orang penderita. Kualitas udara di Kotim, diduga akibat maraknya kebakaran lahan.<br /><br />Jumlah kebakaran lahan yang terjadi selama 1-26 Agustus sebanyak 294 kali dengan luasan 233,46 hektare. Upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim pemadam kebakaran pemerintah Kabupaten Kotim.<br /><br />Potensi kebakaran lahan juga masih cukup tinggi. Setidaknya titik panas atau "hotspot" di Kotim pada Rabu (26/8) sebanyak 134 titik yang tersebar di Kecamatan Baamang 34 titik, Cempaga 11 titik, Kota Besi 25 titik.<br /><br />Di Mentawa Baru Ketapang juga ada 20 titik, Mentaya Hilir Selatan 21 titik, Mentaya Hilir Utara 12 titik, Mentaya Hulu satu titik, Pulauhanaut 10 titik. Jarak pandang terpendek pada pukul 07.00 WIB sejauh tiga kilometer. (das/ant)</p>