Kotim Butuh 2.720 Linmas Bantu Pengamanan Pemilu

oleh

Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah memerlukan 2.720 anggota Perlindungan Masyarakat untuk membantu pengamanan Pemilu legislatif 9 April 2014 di daerah ini. <p style="text-align: justify;">"Polres Kotim tidak bisa melakukan pengamanan sendiri tanpa bantuan pemerintah daerah yakni memberikan bantuan Linmas. Kita membutuhkan Linmas untuk pengamanan tempat pemungutan suara (TPS). Kami sudah mengirim surat kepada Sekda untuk perbantuan Linmas," kata Kapolres Kotim, AKBP Himawan Bayu Aji di Sampit, Sabtu.<br /><br />Hasil pendataan, diperlukan setidaknya 2.720 anggota Linmas untuk membantu pengamanan di seluruh wilayah Kotim yang meliputi 17 kecamatan dengan wilayah sangat luas dan geografisnya cukup rumit.<br /><br />Disebutkan, setidaknya dibutuhkan 1.878 anggota Linmas yang disebar ke seluruh kecamatan untuk mengamankan 939 TPS. Selain itu, tiap panitia pemungutuan kecamatan akan dijaga enam anggota Linmas sehingga total untuk 17 kecamatan sebanyak 102 anggota Linmas.<br /><br />Selain itu, tiap panitia pemungutan kecamatan akan dibantu empat anggota Linmas sedangkan tiap TPS dijaga dua anggota Linmas.<br /><br />Himawan berharap perekrutan 2.720 anggota Linmas dilakukan secepatnya untuk memudahkan koordinasi, apalagi pelaksanaan Pemilu Legislatif makin dekat sehingga membutuhkan persiapan yang matang.<br /><br />"2.720 orang Linmas ini perlu kami ketahui orang-orangnya dan kesiapannya. Kalau bisa diketahui dengan cepat maka kita bisa lakukan pelatihan sehingga bisa terkoordinir dengan baik pada saat penjagaan di TPS terkait pola-pola rawan dan pola-pola aman," ucapnya.<br /><br />Polres telah memetakan tahapan atau kegiatan pemilu yang rawan muncul masalah, di antaranya masih adanya nomor induk kependudukan invalid yang jumlahnya mencapai 85.091 pemilih, kemungkinan adanya KTP palsu, kualitas tinta dan logistik.<br /><br />Permasalahan tapal batas juga bisa menimbulkan kerawanan karena memunculkan polemik kepastian pemilih akan masuk di TPS mana saat pencoblosan.<br /><br />Masa kampanye, distribusi logistik dan penghitungan suara juga sangat rawan masalah. Polres Kotim sudah melakukan antisipasi dengan harapan meminimalisir dan menghilangkan potensi munculnya konflik.<br /><br />Keterbatasan personel juga diakui membuat kepolisian tidak bisa menempatkan anggotanya untuk pengamanan di tiap TPS. Oleh karena itu, keberadaan anggota Linmas sangat dibutuhkan untuk membantu pengamanan.<br /><br />Meski begitu, Polres Kotim dan jajarannya sudah melakukan berbagai persiapan dalam rangka pengamanan seluruh tahapan Pemilu Legislatif. Simulasi pengendalian aksi massa juga telah dilakukan beberapa kali di kawasan Taman Kota dengan tujuan agar seluruh personel sudah siap jika terjadi hal yang tidak diinginkan.<br /><br />Kendaraan operasional juga telah disiagakan, termasuk "water canon" yang biasanya digunakan untuk mengurai konsentrasi jika terjadi aksi yang mengarah pada tindak anarkis sehingga perlu dilakukan pembubaran massa.<br /><br />Memasuki tahun politik ini, potensi kerawanan kamtibmas diperkirakan akan meningkat sehingga membutuhkan kesiapsiagaan aparat keamanan. Dalam menjaga kamtibmas, Polri didukung oleh TNI dan segenap elemen masyarakat. <strong>(das/ant)</strong></p>