Kotim Siapkan Mega Proyek Pembangunan Infrastruktur

oleh

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyiapkan mega proyek pembangunan infrastruktur senilai Rp600 miliar lebih. <p style="text-align: justify;">"Rencana mega proyek tersebut berlokasi di wilayah kecamatan dan tujuannya untuk membuka isolasi wilayah pedalaman. Pelaksanaannya akan dimulai 2013-2015," kata Ketua DPRD Kabupaten Kotim, di Sampit, Rabu.<br /><br />Pelaksanaan kegiatan proyeknya akan dipecah agar pembangunannya dapat berjalan lancar dan maksimal maka akan menggunakan program tahun jamak (multi years).<br /><br />Dia mengatakan, mulai tahun depan pemerintah daerah akan mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp200 miliar selama tiga tahun.<br /><br />Sasaran program tahun jamak tersebut untuk pembangunan infrastruktur dalam kota, luar kota, serta pembenahan titik yang sering terendam banjir.<br /><br />Untuk pembangunan dalam kota yakni pembenahan bundaran tugu kilometer tiga Jalan Sudirman, penataan Taman Kota Sampit, Bundaran KB, bekas Gedung Mentaya Teater, penataan jalan-jalan dalam kota dan drainasenya.<br /><br />Selain itu, pembangunan dalam kota juga dilanjutkan pembangunan masjid Raya dan Islamic Cantre, ikon Kota Sampit di samping Kantor Pemadam Kebakaran, serta rehab Gedung Serbaguna Sampit.<br /><br />"Pembangunan dan penataan jalan dalam kota seperti perbaikan ruas jalan Muhran Ali, Rahadi Usman, HM Arsyad, jalan Ketapang menuju Desa Pelangsian, Kapten Mulyono, MT Haryono menuju Sawit Raya, serta Pelita Barat menuju Sawit Raya," katanya.<br /><br />Sedangkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur luar kota, meliputi, jalur selatan dibuat jalan tembus Cempaga Timur menuju pulau Hanaut, jalan yang melintasi Cempaga-Terantang-Mentaya Seberang-Pulau Hanaut-Pagatan.<br /><br />Untuk ruas jalan arah utara merupakan jalur strategis, yakni dari jalan Kotabesi-Kandan-Camba-Simpur-Soren-Palangan-Runting Tadah-Kenyala-Tangar-Sepiri-Kuala Kuayan-Sangai-Tumbang Kalang.<br /><br />"Pembangunan jalan desa menuju jalan poros itu nanti kami harapkan ada partisipasi dari pihak perusahaan melalui Corporate Social Responsibility CSR atau Kerjasama tanggung jawab sosial perkebunan menghubungkan dari desa ke jalan poros," ujarnya.<br /><br />Untuk daerah hilir dari Pelabuhan Bagendang kilometer 28 Jalan HM Arsyad menuju Pondok Damar kilometer 57 Jalan Sudirman. Jalan tersebut merupakan jalan lintas, sehingga nantinya truk angkutan CPO melewati itu, yang juga merupakan rancangan rel kereta api, namun dibangun pada sisi badan jalan. <strong>(das/ant)</strong></p>