KPA Kalteng Gandeng Tokoh Agama Sosialisasikan HIV/AIDS

oleh
oleh

Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kalimantan Tengah, menggandeng tokoh agama Kabupaten Kotawaringin Timur, dalam mensosialisasikan bahaya penyakit mematikan HIV/AIDS. <p style="text-align: justify;">"Kami berharap seluruh tokoh agama yang ada di wilayah Kabupaten Kotim berperan aktif serta turut mensosialisasikan bahaya penyakit HIV/AIDS kepada masyarakat dalam setiap ceramah keagamaan terhadap umatnya," kata Sekretaris KPA Kalteng, Wilian Katopo di Sampit, Selasa.<br /><br />Dengan peran aktif para tokoh agama dalam setiap ceramah keagamaan diharapkan dapat menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit mematikan tersebut.<br /><br />"Saya kira tidak masalah jika dalam sebuah ceramah keagaamaan di selipkan petuah atau peringatan tentang penyakit HIV/AIDS, sebab siapa saja bisa tertular penyakit itu," katanya.<br /><br />Penyampaian atau sosialisasi tentang penyakit HIV/AIDS terhadap umat beragama sangat penting dan pandang perlu, sebab sebagai umat yang lebih tahu berkewajiban memberitahukan kepada umat lainnya yang belum banyak mengetahui tentang penyakit HIV/AIDS.<br /><br />"Kami ingin dengan keterlibatan tokoh agama kesadaran dan pengetahuan masyarakat dapat lebih tinggi, serta tidak mengucilkan atau memusuhi mereka penderita HIV/AIDS," ujarnya.<br /><br />Selain tokoh agama, dalam mensosialisasikan bahaya penyakit HIV/AIDS, KPA Kalteng juga menggandeng organisasi masyarakat, organisasi pemudan dan organisasi wanita serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada di Kabupaten Kotim.<br /><br />Sosialisasi bahaya penyakit HIV/AIDS yang dilakukan pihak KPA Kalteng juga hingga ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Kotim.<br /><br />Sementara itu, sebelumnya diketahui sepanjang 2014 sedikitnya ada dua warga Kabupaten Kotim yang meninggal dunia akibat menderita positif AIDS.<br /><br />Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kotim tidak hanya pada kalangan kepala rumah tangga, namun penularannya juga sudah pada tingkat yang berbahaya, yakni di kalangan ibu rumah tangga.<br /><br />Berdasarkan data terakhir, penghuni Lembaga Pemasyarakat (LP) Klas II Sampit juga ada ditemukan positiv menderita HIV/AIDS. (das/ant)</p>