KPAD Nunukan Gelar Pameran Foto Sejarah

oleh

Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur menggelar pameran foto sejarah pada 7-9 Desember 2012. <p style="text-align: justify;">Kepala Seksi Dokumentasi KPAD Kabupaten Nunukan, Haris di Nunukan, Minggu mengatakan, pameran ini menampilkan foto-foto sejarah Kabupaten Nunukan mulai dari pendudukan penjajah Belanda tahun 1938, konfrontasi Indonesia-Malaysia tahun 1965 hingga kegiatan bersejarah lainnya yang pernah dilaksanakan masyarakat dan Pemkab Nunukan saat ini.<br /><br />Ia menambahkan, selama tiga hari pelaksanaan pameran yang ditempatkan di lantai I KPAD Kabupaten Nunukan dekat Alun-Alun Kota tersebut ditutup 9 Desember 2012 pada pukul 15.00 Wita itu jumlah pengunjung sangat kurang. Kemungkinan disebabkan kurangnya sosialisasi atau masyarakat yang tidak berminat ingin melihat foto-foto sejarah.<br /><br />"Kita sudah sosialisasi melalui pemasangan spanduk dan penyampaian lisan kepada sekolah-sekolah," kata Haris.<br /><br />Foto-foto yang ditampilkan selama pameran adalah rel kereta api buatan penjajah Belanda di Kabupaten Nunukan tahun 1938, perjuangan tentara Indonesia pada saat konfrontasi Indonesia-Belanda tahun 1965, upacara memperingati HUT Proklamasi RI pertama tahun 1945.<br /><br />Selain itu dipajang pula foto pertandingan sepakbola persahabatan antara tim sepakbola Nunukan dengan tim sepakbola Tawau Sabah Malaysia tahun 1967, kantor penjajah Belanda "Geboowan" di Nunukan yang dibangun tahun 1938, rumah sakit pertama Kabupaten Nunukan yang dibangun pemerintah Belanda tahun 1940 dan foto-foto kegiatan tradisional lainnya, kata Haris.<br /><br />Dari seluruh tempat-tempat bersejarah yang ada fotonya, kata dia, tidak ada lagi saat ini walaupun bekas-bekas bangunannya dan lokasinya telah menjadi kawasan pemukiman penduduk.<br /><br />Haris menyatakan, sebenarnya banyak tempat-tempat bersejarah di daerah itu seperti kantor "Geboowan" penjajah Belanda yang berlokasi di belakang Puskesmas Kecamatan Nunukan sekarang, bekas rel kereta api di Pasir Putih.<br /><br />"Yang masih tertinggal sekarang adalah tugu perjuangan dwikora yang berada di Halaman Puskesmas Kecamatan Nunukan," ujarnya. <strong>(das/ant)</strong></p>