KPLP Evakuasi KLM Sembako Tenggelam Di Kapuas

oleh

Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Pontianak saat ini sedang melakukan evakuasi terhadap kapal motor layar (KLM) Rima Perkasa yang tenggelam di Sungai Kapuas Pontianak. <p style="text-align: justify;">KLM Rima Perkasa sedang bersiap bongkar muatan beras dan kelontong dari Semarang, ditabrak kapal tanker MP Asumi 26 milik Pertamina.</p> <p style="text-align: justify;">"Saat ini kami sedang melakukan evakuasi, untuk menyelamatkan barang-barang yang dimuat oleh KLM Rima Perkasa dengan kapasitas 500 ton, sementara nakhoda masih terlihat ‘shock’," kata Kepala Seksi KPLP Pontianak, Suhardi di Pontianak, Kamis.<br /><br />Suhardi menjelaskan, kronologis kejadian, pada Kamis, sekitar pukul 07.30 WIB, terjadi tabrakan antara KLM Rima Perkasa yang sedang memuat beras dan kelontong dari Semarang tujuan Pontianak, dengan kapal tanker MP Asumi milik Pertamina ketika hendak keluar dari Pontianak, kapal itu sedang kosong.<br /><br />"Penyebabnya diduga kuat karena jarak pandang sewaktu itu, yang diperkirakan hanya sejauh 50 meter, sehingga keduanya tidak melihat dengan jelas saat akan berpapasan dalam berlawanan arah sehingga terjadilah tabrakan," ungkap Suhardi.<br /><br />Karena KLM Rima Perkasa terbuat dari kayu sehingga pecah, dan akhirnya karam, setelah tabrakan dengan kapal tanker Pertamina yang terbuat dari besi.<br /><br />Kepala Seksi KPLP Pontianak menyatakan, akibat tabrakan itu, tidak sampai mengganggu keluar masuk kapal motor lainnya, baik dari arah Pontianak keluar, maupun dari luar ke Pontianak, karena lokasi tabrakan masih di dalam, bukan di muara Sungai Kapuas.<br /><br />"Lebar alur Sungai Kapuas dalam itu sekitar 250 meter sehingga, kapal lain masih bisa keluar masuk ke pelabuhan Pontianak dan sebaliknya," ungkap Suhardi.<br /><br />Menurut dia, KPLP saat ini sudah menurunkan dua kapal untuk melakukan evakusi, terhadap barang-barang milik KLM Rima Perkasa yang bisa diselamatkan.<br /><br />Akibat insiden tersebut, semua anak buah kapal dan nakhoda selamat.</p> <p style="text-align: justify;">"Kami saat ini masih mendalami penyebab lainnya pasca tabrakan kapal tersebut," ujar Suhardi. <strong>(phs/Ant/foto ilusatrasi: investor.co.id)</strong></p>