Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia (KPRI) "Jaya Bersama" Kabupaten Kubu Raya akan menggandeng para petani sebagai anggota luar biasa. <p style="text-align: justify;">"Hal ini kita lakukan sebagai komitmen dari KPRI ‘Jaya Bersama’ yang tidak hanya berupaya untuk menyejahterakan PNS tetapi juga masyarakat Kubu Raya," kata Ketua KPRI "Jaya Bersama" Kubu Raya, Guntoro, di Sungai Raya, Rabu.<br /><br />Ia mengatakan, KPRI sejak awal memfokuskan perhatian kepada pemasaran produk beras lokal.<br /><br />Tidak hanya menampung dan memasarkan hasil panen, katanya, tetapi KPRI juga turut membantu petani dalam penyediaan kebutuhan bercocok tanam.<br /><br />"Kita memberikan pinjaman kepada petani berupa benih, pupuk, alat-alat pertanian, serta obat-obat pemberantas hama dan penyakit," katanya.<br /><br />Bahkan, katanya, KPRI "Jaya Bersama" saat ini sudah mempersiapkan langkah untuk pembelian gabah pada panen gaduh mendatang di kecamatan sentra padi dan sekitarnya untuk membeli gabah sampai dengan dua ribu ton.<br /><br />"Kita menjaga stabilitas harga karena biasanya ketika panen raya harga gabah turun, ini untuk membantu petani agar mereka merasakan jerih payah mereka," katanya.<br /><br />KPRI "Jaya Bersama" juga memberikan pinjaman bukan dalam bentuk uang tunai namun pemenuhan kebutuhan barang-barang tersebut. Petani membayarnya saat panen.<br /><br />Ia menjelaskan, hasil panen petani dibeli dan dipasarkan oleh KPRI, sedangkan hasil penjualan tersebut kemudian dipotong dengan jumlah pinjaman.<br /><br />"Itu terus berjalan sampai saat ini dan petani mengaku sangat terbantu," katanya.<br /><br />Bantuan itu, katanya, wujud dukungan KPRI terhadap kebijakan Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, yang mencanangkan beras lokal pada awal 2010 dalam mencapai kemandirian pangan.<br /><br />Mahendrawan mengatakan, program penggandengan petani sebagai anggota luar biasa itu sejalan dengan program pemerintah Kubu Raya, sehingga petani dan konsumen sama-sama terbantu.<br /><br />Petani, katanya, tak perlu lagi bingung dengan pemasaran hasil panen mereka karena ada KPRI yang membelinya, sedangkan harga beras ditingkat konsumen tetap terjaga.<br /><br />"KPRI sebagai penetrasi harga beras di pasaran. Ini bukti keseriusan dan keberpihakan Pemkab Kubu Raya terhadap petani melalui koperasi," katanya.<br /><br />Menyangkut keanggotaan, katanya, karena jumlah petani di Kubu Raya cukup banyak, kemungkinan bentuk penggandengan mereka sebagai anggota luar biasa secara berkelompok atau gabungan kelompok tani.<br /><br />Kelompok tani atau gabungan kelompok tani itu, katanya, yang akan mengakomodasi semua kebutuhan petani.<br /><br />"KPRI Kubu Raya akan kita minta menggandeng sebanyak-banyaknya kelompok tani atau gabungan kelompok tani sebagai anggota luar biasa. Hal itu jelas akan memberikan keuntungan imbal balik yang sangat baik antara KPRI dan petani," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














