KPRI Penuhi Kebutuhan Beras Pegawai Instansi Kalbar

oleh

Koperasi Pegawai Republk Indonesia (KPRI) "Jaya Bersama" Kabupaten Kubu Raya selain memenuhi kebutuhan beras lokal pegawai negeri sipil di daerah itu juga karyawan yang bertugas di berbagai instansi pemerintah tingkat Provinsi Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;"><br />"Kita juga menyuplai kebutuhan beras lokal kepada mereka," kata Ketua KPRI "Jaya Bersama" Kabupaten Kubu Raya, Guntoro, di Sungai Raya, Rabu.<br /><br />Ia menyebutkan berbagai instansi yang pegawainya mendapatkan pasokan beras dari koperasi itu antara lain Bank Indonesia, TNI Angkatan Udara, Kepolisian Daerah Kalbar, pemerintah kabupatan dan kota di Kalbar.<br /><br />Selain itu, katanya, pegawai instansi swasta dan koperasi seperti Koperasi Mujahiddin dan Al Azhar Kota Pontianak, swalayan berskala besar dan kecil baik di Kubu Raya maupun Kota Pontianak, Koperasi Pegawai Negeri Sanggau dan Singkawang.<br /><br />"Serta masyarakat yang membeli langsung di KPRI," katanya.<br /><br />Peringatan Hari Koperasi ke-64 pada 2011, katanya, sebagai kesempatan pengelola koperasi itu untuk memantapkan tekad menjadikan koperasi sebagai saka guru perekonomian bangsa.<br /><br />Ia mengemukakan, upaya membangun koperasi sebagai saka guru perekonomian itu bukan gampang namun membutuhkan proses yang harus dijalani secara tekun dengan dukungan pemerintah.<br /><br />"Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, sangat ‘all out’ mendukung pergerakan koperasi. Kita bisa merasakan banyak kebijakan-kebijakan yang dilakukan berpihak kepada koperasi," katanya.<br /><br />Ia menyatakan yakni bahwa KPRI "Jaya Bersama" mampu bersaing secara sehat dengan institusi bisnis lainnya.<br /><br />"Tahun 2011 ini kita targetkan membagikan satu milihar rupiah sisa hasil usaha (SHU). Petani yang tergabung dalam pembinaan KPRI akan menjadi anggota luar biasa dan jika petani mau bergabung, kita akan buka selebar-lebarnya untuk menjadi anggota," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, pada 2010, rata-rata per bulan pemasaran beras lokal yang dilakukan KPRI sebanyak 18-20 ton.<br /><br />Pada 2011, katanya, KPRI ditarget menyerap sekitar 2.000 ton gabah dari petanisaat panen raya.<br /><br />"Kita sudah siapkan gudang karena kita lebih memilih menyetok gabah dan kemudian menggilingnya saat membutuhkannya sehingga beras tidak lama digudang. Beras lokal ini lebih sehat dikonsumsi karena bebas dari bahan pengawet maupun pemutih lantaran tidak lama di gudang," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>