KPU Kalbar Segera Tetapkan Pemantau Pilkada

oleh

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Barat dalam waktu dekat menggelar rapat pleno untuk menentukan pemantau independen di pemilihan kepala daerah 2012. <p style="text-align: justify;"><br />"Ada enam lembaga yang mengambil berkas pendaftaran untuk pemantau," kata Ketua Pokja Sosialisasi KPU Provinsi Kalbar M Isya di Pontianak, Rabu.<br /><br />KPU Provinsi Kalbar membuka waktu pendaftaran dan pengembalian berkas untuk pemantau pada 9 – 22 April 2012.<br /><br />Namun, menurut dia, dari enam lembaga, hanya tiga yang mengembalikan dan melengkapi berkas pendaftaran sebagai pemantau.<br /><br />Ketiganya yaitu Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Fordem dan Lembaga Independen Pemantau Demokrasi.<br /><br />"Dalam rapat pleno akan diputuskan mana yang memenuhi syarat. Kalau ketiganya memenuhi syarat, berarti ketiganya berhak ikut memantau pelaksanaan pilkada," kata M Isya.<br /><br />Verifikasi juga sudah dilakukan misalnya dari segi administrasi serta kesiapan dari calon pemantau tersebut.<br /><br />Sementara itu, mengenai sebaran lembaga pemantau saat pilkada, M Isya mengatakan, tergantung dari kemampuan mereka.<br /><br />"Apakah seluruh tempat pemungutan suara, atau di lokasi tertentu saja," ujar dia.<br /><br />Namun, kata dia, rata-rata ketiga lembaga itu sudah mempunyai perwakilan di setiap kabupaten dan kota di Kalbar.<br /><br />"Mereka sudah boleh memantau setiap tahapan pilkada sesuai jadwal yang ditetapkan KPU. Tapi tunggu pleno penetapan lembaga pemantau," katanya menegaskan.<br /><br />Misalnya memantau verifikasi data penduduk potensial pemilih pilkada (DP4) yang sudah diserahkan Gubernur Kalbar ke KPU.<br /><br />"Atau tahapan lainnya," kata dia. Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, lembaga pemantau lebih fokus saat tahapan pemungutan dan perhitungan suara.<br /><br />Kepala Biro Kependudukan dan Capil Setda Provinsi Kalbar Sopiandi mengatakan jumlah data DP4 sebanyak 3.639.810 jiwa pemilih atau 69,55 persen dari total penduduk kalbar sebanyak 5.233.586 jiwa.<br /><br />"Data tersebut merupakan data potensial penduduk yang bersumber dari database kependudukan berbasis sistem administrasi kependudukan terpadu pada dinas terkait di kabupaten/kota dan biro provinsi," kata Sopiandi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>