KPU Melawi Lantik 55 PPK

oleh

Sebanyak 55 orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se kabupaten Melawi dilantik serentak oleh KPU Melawi, Kamis (4/6) di Aula Emaus, Nanga Pinoh. <p style="text-align: justify;">Pelantikan yang diikuti dengan penandatanganan pakta integritas ini menandai dimulainya tugas PPK sebagai penyelenggara pemilukada di tingkat kecamatan. <br /><br />KPU pun meminta agar PPK menjunjung tinggi netralitas dan integritas dalam pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan bupati, 9 Desember mendatang.<br /><br />“PPK yang dilantik hari ini adalah orang-orang pilihan. Terpilih dengan proses yang panjang. Kita pun menilai secara akumulatif seluruh komponen, mulai dari persyaratan sampai rekam jejak calon. Tidak ada intervensi atau bahkan rekomendasi dari pihak tertentu,” kata Julita, Ketua KPU Melawi usai melantik para PPK.<br /><br />Julita juga menegaskan, wajib bagi seorang PPK serta seluruh penyelenggara pemilu untuk menjunjung tinggi netralitas dan integritas. Hal tersebut merupakan harga mati yang memang harus ditekankan pada seluruh jajaran penyelenggara pemilu sehingga pelaksanaan pemilukada berjalan aman, lancar, kondusif, serta berintegritas.<br /><br />“Tugas PPK ini sangat berat karena menjadi ujung tombak kami. Kami komisioner KPU hanya berlima, dan dibantu bapak dan ibu sekalian yang juga berlima di setiap kecamatan. Saat pelaksanaan kita juga akan dibantu PPS dan KPPS di desa dan TPS,” ucapnya.<br /><br />Julita pun berpesan agar seluruh jajaran KPU, sekretariat sampai tingkat KPPS mampu mensukseskan pelaksanaan pemilukada yang berkualitas dan berintegritas. Apalagi anggaran pelaksanaan pemilukada juga sangatlah besar.<br /><br />“KPU bertekad untuk mensukseskan seluruh tahapan, dan PPK bersama kita harus mengimbangi mahalnya biasa pelaksanaan pemilukada ini dengan bekerja keras, jujur dan adil,” katanya.<br /><br />Satu hal yang ditekankan Julita, adalah jangan sampai dalam penyelenggaraan pemilukada timbul hal-hal yang justru menyebabkan rusak fatalnya pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.<br /><br />“PPK sudah tahu honor yang akan diterima selama delapan bulan kedepan. Jadi jangan lagi lirik kiri dan lirik kanan,” pesannya.<br /><br />Sementara itu, Wakil Bupati Melawi, Panji yang hadir membuka kegiatan pembekalan para anggota PPK juga mengingatkan amanah yang akan diemban oleh PPK sesuai dengan undang-undang. “Saya pikir kita sepakat bahwa tugas ini untuk melaksanakan tugas kenegaraan, bukan atas kemauan siapa-siapa,” katanya.<br /><br />Panji juga berharap, pemilukada di Melawi tahun ini bisa berjalan dan juga berkualitas, tidak hanya pada tingkat penyelenggaraan, tapi juga pada hasilnya. <br /><br />“Semoga KPU mampu mengikuti setiap jadwal tahapan yang telah ditetapkan oleh KPU pusat dan undang-undang,” pesannya.<br /><br />Salah satu kandidat calon bupati Melawi inipun mengatakan PPK adalah kerja yang mulia dan luar biasa, khususnya bagi keluarga besar masyarakat Melawi. Apalagi tugas ini juga terbilang berat karena dimanapun pelaksanaan pemilu sangat berpeluang untuk memunculkan timbulnya konflik.<br /><br />“Tadi juga didalam pakta integritas disebutkan manakala dalam penyelenggaraan pemilu ada kecurangan yang dibuat, maka itu menjadi sumber bencana. Suhu pilbup tidak sama dengan pemilu legislatif, karena ini suhu ledaknya lebih dekat dan terfokus,” kata Panji.<br /><br />Ia pun berpesan, agar penyelenggara pemilukada bisa menjaga  untuk tidak berpihak pada calon tertentu atau bahkan terkesan mendukung pasangan calon tertentu. (KN)</p>