KPU : Tidak Ada "Second Opinion" Tes Kesehatan

oleh

KPU Provinsi Kalimantan Barat menegaskan tidak ada "second opinion" atau data pembanding terhadap rekam medis kesehatan dan kejiwaan dari bakal pasangan calon peserta Pilgub kecuali hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Ikatan Dokter Indonesia (IDI). <p style="text-align: justify;">"Kalau misalnya dari bakal pasangan calon yang ingin mengajukan pembanding, tidak diterima karena hasil rekam medis bersangkutan dari tim yang ditunjuk IDI Kalbar, sifatnya final dan mengikat," kata Ketua Pokja Pencalonan KPU Provinsi Kalbar, Umi Rifdiawati di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia melanjutkan, saat ini tengah dilakukan tes kesehatan dan kesehatan jiwa dari empat bakal pasangan calon yang sudah mendaftar yakni Tambul Husin – Barnabas Simin, Morkes Effendi – Burhanuddin A Rasyid, Cornelis – Christiandy Sanjaya, dan Armyn Ali Anyang – Fathan A Rasyid.<br /><br />Ia menambahkan, IDI Provinsi Kalbar sudah membentuk tim khusus untuk memeriksa kesehatan maupun kesehatan jiwa dari setiap bakal pasangan calon.<br /><br />Sekretaris Tim Kesehatan IDI Kalbar untuk Pilgub, dr Rifka mengatakan, tim akan memeriksa setiap bakal pasangan calon baik dari segi fisik maupun kejiwaan secara detail. "Apakah mereka layak atau mampu menjalankan tugas negara dalam kurun waktu lima tahun mendatang atau selama mereka terpilih," ujar dia.<br /><br />Parameter yang diperiksa beragam misalnya fungsi organ tubuh utama seperti jantung, paru-paru, urologi, tulang dan sebagainya. "Itu semua untuk penyakit dalam. Namun dari segi kejiwaan juga karena mereka harus sehat secara jasmani dan rohani," kata Rifka yang juga Sekretaris IDI Kalbar itu.<br /><br />Ia mengungkapkan, secara umum ada 24 dokter yang dilibatkan dalam tes kesehatan maupun kesehatan jiwa tersebut. Ia tidak memungkiri ada tim dari bakal pasangan calon yang dikabarkan sudah mulai bersiap untuk memberi data pembanding.<br /><br />Namun ia menegaskan, tim akan bekerja secara profesional dan memegang teguh kode etik kedokteran tanpa terlibat kepentingan apapun.<br /><br />Ia memperkirakan pleno mengenai hasil tes kesehatan maupun kesehatan jiwa dari setiap bakal pasangan calon akan dilakukan pada Senin mendatang.<br /><br />Sementara pihak KPU Provinsi Kalbar sendiri memberi tenggat waktu hingga tanggal 2 Juli hasil pleno dari tim kesehatan dapat disampaikan.<br /><br />Mengenai kemungkinan ada figur yang tidak lolos, Umi Rifdiawati enggan berandai-andai. Namun ia menegaskan bahwa sesuai aturan ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap bakal pasangan calon. "Kalau ada yang tidak terpenuhi, berarti yang bersangkutan persyaratannya tidak lengkap," ujar dia.<br /><br />Partai pengusung dapat mengganti figur yang tidak lulus seleksi sebelum ditetapkan yakni pada kurun waktu 3 – 9 Juli 2012.<br /><br />Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Cornelis mengaku tidak mempersiapkan diri secara khusus dalam menghadapi tes kesehatan tersebut. Ia mendapat jadwal pemeriksaan fisik di RSUD dr Soedarso pada Rabu (20/6) sedangkan kejiwaan pada Kamis (21/6).<br /><br />"Tidak ada penyakit yang berat, biar umum mau 60 tahun. Dan tidak ada pantangan makan," ujar Cornelis di Rumah Dinas Gubernur Kalbar.<br /><br />Ia yakin masih kuat dan mampu menjalankan tugas pemerintah selama lima tahun mendatang. "Pokoknya jalankan saja tugas seperti biasa, nikmati semua pekerjaan. Jalankan yang bisa," ungkap Cornelis.<br /><br />Hari pertama tes kesehatan dan kesehatan jiwa bakal pasangan calon Pilgub Kalbar diikuti Tambul Husin – Barnabas Simin dan Morkes Effendi – Burhanuddin A Rasyid. <strong>(phs/Ant)</strong></p>