Krisis Air Landa Dua Kecamatan Di Penajam

oleh

Krisis air bersih melanda dua kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akibat kemarau panjang yang melanda daerah itu. <p style="text-align: justify;">Pelaksana Tugas Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar, saat dihubungi di Penajam, Kamis mengatakan, sumber air di daerah itu mulai mengering mengakibatkan dua wilayah kecamatan mengalami krisis air bersih.<br /><br />"Dua kecamatan yakni Kecamatan Penajam dan Sepaku saat ini mengalami krisis air bersih karena pengaruh sumber air baku yang ada saat ini, mulai mengering," ungkap Tohar.<br /><br />Hampir seluruh masyarakat desa dan kelurahan yang berada di wilayah dua kecamatan tersebut lanjut Tohar, terpaksa harus mengantre di penjual air keliling untuk mendapatkan air bersih.<br /><br />"Warga di dua kecamatan terpaksa membeli air bahkan mereka harus mengantre untuk mendapatkan air bersih sebagai dampak kemarau panjang yang melanda Penajam Paser Utara," ujarnya.<br /><br />Penanganan darurat air bersih yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tambah Tohar, terkendala karena kantong-kantong air mulai kering.<br /><br />Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara kata Tohar, akan segera membangun SPAM (sistem penyediaan air minum) di beberapa tempat.<br /><br />"Pembangunan sistem penyediaan air minum itu, diantaranya skala besar di Sungai Lawe-lawe, Sotek serta bendungan Tengin Baru di Kecamatan Sepaku," katanya.<br /><br />"Sementara pada skala mikro, pemerintah juga akan membangun sumur bor di masing-masing desa dan kelurahan. Pembangunan SPAM dan sumur bor itu direncanakan dimulai pada 2016," ujar Tohar.<br /><br />Krisis air bersih saat ini juga dialami seluruh pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Kecamatan Penajam akibat debit air Sungai Lawe-lawe sebagai sumber air baku mengalami penyusutan. (das/ant)</p>