Krisis UE Belum Pengaruhi Ekspor Asal Kotabaru

oleh

Ekspor sejumlah komoditi asal Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, hingga saat ini belum terpengaruh oleh krisis yang terjadi di negara-negara Uni Eropa (UE). <p style="text-align: justify;">"Sampai hari ini, Kotabaru belum merasakan dampak dari krisis tersebut," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kotabaru H Mahyudiansyah didampingi Kabid Perdagangan H A Kusairin, Selasa.<br /><br />Ada beberapa kemungkinan kenapa krisis yang terjadi di negara-negara Uni Eropa belum didarasakan oleh perekonomian di Kotabaru, ujar Kusairin meski tidak menyebutkan realisasi ekspor dengan detail.<br /><br />Pertama, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) seperti, Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM yang membidangi belum bersentuhan langsung dengan pelaku ekonomi luar negeri.<br /><br />"Terkecuali apabila kewenangan mengeluarkan Surat Keterangan Asal Barang (SKA) untuk komoditi yang akan diekspor sudah kami tangani," jelasnya.<br /><br />Rencananya, Dinas Perindustrian Kotabaru mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan SKA khusus untuk barang-barang komoditi ekspor.<br /><br />"Namun sampai hari ini kita baru menyiapkan sumber daya manusia dan sarana prasarananya," imbuhnya.<br /><br />Kemungkinan kedua, krisis yang terjadi di Uni Eropa tersebut benar-benar tidak dirasakan atau berdampak pada perekonomian Kotabaru.<br /><br />Karena barang atau komoditi ekspor asal Kotabaru merupakan barang yang tidak bisa diperoleh dari negara-negara lain, sehingga masih menjadi komoditi unggulan yang tak tergantikan.<br /><br />Meski terjadi krisis, barang asal Kotabaru masih tetap diperlukan, dan negara-negara di Uni Eropa tetap mencari atau bahkan tidak mengurangi permintaanya.<br /><br />Secara terpisah, Kementerian Koperasi dan UKM memantau sampai saat ini krisis yang melanda di negara-negara anggota Uni Eropa tidak memacetkan ekspor UKM Indonesia ke negara-negara tersebut.<br /><br />"Sampai saat ini, memang benar KUKM kita masih bisa transaksi di UE," kata Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Neddy Rafinaldi Halim.<br /><br />Menurut dia, kemampuan bertahan UKM Indonesia untuk bisa terus bergerak di pasar UE yang dilanda krisis di antaranya karena produk mereka yang memiliki karakter unik atau khas. <strong>(phs/Ant)</strong></p>