KSAD Diberi Gelar Adat Dayak

oleh

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie Wibowo diberi gelar Adat Dayak oleh Presidium Dewan Adat Dayak Kutai Barat. <p style="text-align: justify;">Pramono Edhie Wibowo mendapat gelar ‘Tataau Ulak Tana’ atau penguasa daratan pada upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-87 yang dipusatkan di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Senin.<br /><br />"Gelar ini diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada beliau karena diaggap sebagai tamu kehormatan warga Dayak di Kutai Barat," ungkap Ketua Presidium Dewan Adat Kutai Barat, Yustinus Dullah.<br /><br />Pemberian gelar adat Dayak tersebut dimulai pemasangan Mandau, senjata khas Dayak serta topi dan berbagai atribut suku pedalaman Kalimantan Timur (Kaltim).<br /><br />"Pemberian gelar ini dilakukan berdasarkan rapat bersama 17 sub suku Dayak dan enam suku Melayu," kata Yustinus Dullah.<br /><br />Warga Dayak kata dia sangat berterima kasih atas kehadiran TNI dalam TMMD di Kutai Barat.<br /><br />"Sebagai daerah yang berada di perbatasan kami sangat berterima kasih atas kehadiran TNI sebab selama ini masyarakat khusunya warga Dayak sangat mendambakan kehadiran TNI untuk membantu membangun daerah kami," ungkap Yustinus Dullah.<br /><br />Pramono Edhie Wibowo usai menerima gelar Adat Dayak mengaku bangga dan berterimah kasih kepada warga Kutai Barat khususnya warga Dayak.<br /><br />"Saya akan menjaga kehormatan gelar ini. Gelar ini merupakan kebanggaan dan sangat menjunjung tinggi serta akan menjaga dimanapun berada," ungkap Pramono Edhie Wibowo.<strong> (das/ant)</strong></p>