KSOP Keluarkan Peringatan Waspada Kecelakaan Akibat Asap

oleh

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mengeluarkan surat edaran kepada nakhoda untuk mewaspadai kecelakaan akibat asap yang semakin pekat di daerah tersebut. <p style="text-align: justify;"><br />"Untuk lalu lintas kapal, sampai saat ini masih bisa. Tapi kami sudah mengeluarkan surat edaran untuk berhati-hati. Asap yang terjadi di sepanjang alur, kalau di laut tidak ada asap," kata Kepala KSOP Sampit, Benny Noviandinudin di Sampit, Kamis.<br /><br />Kabut asap yang melanda Kota Sampit semakin parah, khususnya pagi hari. Jarak pandang pun mulai terbatas, tidak terkecuali di sepanjang perairan Sungai Mentaya yang juga tertutup asap.<br /><br />Jarak pandang di sungai diperkirakan sekitar 500 meter lebih sehingga dinilai masih aman. Namun kewaspadaan tetap perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya tabrakan mengingat mengendalikan kapal tidak secepat mengendalikan angkutan darat.<br /><br />Untuk menghindari kecelakaan, setiap kapal harus dilengkapi peralatan navigasi memadai. Jika kabut asap cukup parah dan mengganggu jarak pandang, nakhoda disarankan membunyikan suling kapal untuk memberi tanda kepada kapal lainnya sehingga tabrakan bisa dihindari.<br /><br />"Saat asap seperti ini, kecepatan juga harus dikurangi. Selama ini kapal-kapal besar juga memang mengurangi kecepatan ketika sudah masuk alur, tapi dengan adanya asap ini kami sarankan juga lebih waspada," harap Benny.<br /><br />Kabut asap di Sampit makin parah akibat kebakaran lahan yang terjadi sporadis. Petugas pemadam kebakaran kewalahan karena lokasi kebakaran cukup banyak dan sebagian sulit dijangkau sehingga kondisinya makin parah.<br /><br />Tidak hanya di sungai, asap bahkan kini telah mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit. Rabu kemarin, semua jadwal penerbangan dibatalkan akibat asap. Pagi ini asap juga cukup parah sehingga tidak menutup kemungkinan kondisinya juga akan sama. (das/ant)</p>