Home / Tak Berkategori

Kubu Raya Data Ulang Penerima Kompensasi BBM

- Jurnalis

Rabu, 14 Maret 2012 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, meminta kepada ketua RT maupun RW mendata ulang jumlah warganya yang menerima kompensasi bahan bakar minyak yang tergolong tidak mampu. <p style="text-align: justify;">"Ini harus disinkronkan dengan data BPS agar yang menerima kompensasi itu tepat sasaran," kata Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Kubu Raya Andreas Muhrotein di Sungai Raya, Rabu.<br /><br />Menurut dia, pendataan ulang sangat perlu dilakukan, karena ada kemungkinan data yang ada sudah banyak mengalami perubahan, karena sudah tiga tahun berlalu.<br /><br />Lebih menyulitkan lagi, kata Andreas, banyak yang melakukan pendataan. Hal itu untuk keperluan masyarakat yang tidak mampu. Data yang dimaksud, misalnya, data untuk kesehatan yang khusus penerima Jamkesmas, data Keluarga Berencana, data penerima Raskin dan data BPS. Kalau melihat data-data tersebut jelas sekali perbedaannya karena kriteria masing-masing pendataan sangat berbeda.<br /><br />"Seharusnya data yang berada di kelurahan dan desa mempunyai kesamaan," kata dia lagi.<br /><br />Wakil Bupati Kubu Raya itu mengatakan karena adanya perbedaan data tersebut, maka jika ada keluarga yang menerima beras miskin (Raskin), tetapi ternyata tidak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). Sebaliknya ada yang menerima kartu Jamkesmas tapi tidak menerima Raskin atau BLT.<br /><br /&gt;"Di sisi lain, sering terdengar BLT dipakai masyarakat untuk kepentingan tidak mendesak, seperti membeli barang konsumtif, misalnya ponsel (telepon genggam) dan sejenisnya," kata Andreas.<br /><br />Menurut dia, salah satu indikator penerima kompensasi BBM adalah warga penerima beras miskin. Namun, pemerintah tetap harus bekerja keras jangan sampai data penerima beras miskin juga "disulap" oleh orang-orang yang mencari keuntungan.<br /><br />"Sebab, sering terdengar penerima beras miskin selama ini, di dalamnya ada orang yang berpenghasilan cukup," katanya.<br /><br />Terkait adanya data yang berbeda tersebut, Wakil Bupati itu mengharapkan agar ada jalan keluar terutama masalah pendataan ulang keluarga yang berhak menerima kompensasi BBM. <br /><br />"Pemkab tak ingin pemberian kompensasi sama seperti yang terjadi pada penyerahan BLT kepada masyarakat. Sebab, tidak semua masyarakat menikmati program ini," kata Andreas. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan
Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025
Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H
Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:44 WIB

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:07 WIB

Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:20 WIB

Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB