Kubu Raya Gencar Kelola Air Pertanian

oleh

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya Suharjo, mengatakan pihaknya sedang gencar mengelola air untuk sektor pertanian mengantisipasi musim kemarau. <p style="text-align: justify;">"Kita sedang berupaya menerapkan sistem pompanisasi untuk mengantisipasikan kekeringan lahan pertanian. Hal itu kita lakukan agar pengaruh cuaca tidak menghambat peningkatkan produktivitas pertanian," katanya di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa.<br /><br />Pompanisasi yang dimaksudkan Suharjo itu, yakni menyedot air sungai atau parit menggunakan pompa untuk mengisi lahan pertanian yang kering akibat musim kemarau.<br /><br />"Pada proses panennya, juga akan diterapkan sistem mekanisasi agar lebih cepat. Untuk proses panen kita akan menyediakan mesin perontok yang mampu merontokkan padi sekitar 8 ton per hari," ujarnya.<br /><br />Untuk proses pasca panen, akan menggunakan mesin pengering padi berbahan bakar sekam.<br /><br />"Agar kualitas produksi pertanian tetap terjaga, karena kalau daerah kita ini, biasanya untuk mengeringkan padi sulit, pagi dijemur siang biasanya sudah hujan, ini tentu dapat mengurangi kualitas produksi," jelas Suharjo.<br /><br />Dia mengatakan, sesuai dengan program 2011, untuk penguatan program mekanisasi pertanian juga akan dilakukan dengan memperluas areal pertanian dan pasca panen. Dan untuk memantapkan program ini kita tidak akan berhenti pada tahun ini saja tetapi akan terus kita perkuat setiap tahun," kata Suharjo.<br /><br />Dia menjelaskan, penguatan mekanisasi pertanian itu di yakini dapat mengatasi permasalahan petani yang dihadapi selama ini.<br /><br />"Permasalahan yang kita hadapi itu diantaranya keterbatasan tenaga kerja. Sedangkan hamparan lahan potensial cukup luas," jelasnya.<br /><br />Ia menambahkan, dengan kondisi kesuburan tanah yang berbeda dengan di Jawa, maka perlu upaya peningkatan produktivitas yang cukup banyak.<br /><br />Ia mengatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kubu Raya dengan memanfaatkan alat mesin pertanian (Alsintan) untuk perluasan areal, pembudidayaan, panen dan pasca panen.<br /><br />"Berkaitan dengan hal tersebut, kita akan memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal dengan ditunjang Alsintan yang memadai, mulai dari proses pengelohan lahan, hingga pasca panen," kata Suharjo.<br /><br />Dia menjelaskan, untuk pengolahan lahan, bagi daerah yang dinilai cocok dan memadai untuk menggunakan Alsintan seperti traktor dan lainnya akan disupport melalui Unit Pelayanan Jasa Alsintan (Upjal).<br /><br />"Kalau lahannya memungkinkan untuk dikelola secara mekanis, kita upayakan membantu mereka untuk pengadaan traktor, termasuk dari sisi pengolahannya," jelas Suharjo.<br /><br />Penggunaan alat sistem pertanian yang akan digunakan, tidak lagi diberikan kepada kelompok-kelompok pertanian, tetapi khusus dikelola Upja yang membentuk beberapa Kelompok Kerja (Pokja).<br /><br />"Pokja inilah nantinya yang akan mengelola Alsintan, petani tinggal melapor ke Upja bila ingin menggunakan mesin, tentunya di sini berlaku balas jasa untuk operasional, tergantung kesepakatan nantinya, misalnya satu hektare berapa nilainya," kata Suharjo. <strong>(phs/Ant)</strong></p>