Kubu Raya Kekurangan 300 Guru

oleh

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, Frans Randus mengatakan dunia pendidikan di kabupaten tersebut saat ini masih membutuhkan sekitar 300 tenaga pengajar. <p style="text-align: justify;">"Jumlah guru tersebut sudah termasuk untuk para guru yang akan ditempatkan di daerah yang terpencil yang ada di Kubu Raya. Itu termasuk kemarin yang karena bermasalah dari formasi 106 tersebut sehingga dari tingkat SD sampai SMA tidak kurang dari 300 guru," kata Frans di Sungai Raya, Jumat.<br /><br />Menurut Frans, jumlah guru yang ada di Kubu Raya termasuk cukup banyak mengingat sekolah yang ada di Kubu Raya semakin bertambah di setiap wilayah.<br /><br />"Jumlah guru kita dibandingkan dengan yang lain termasuk jumlah yang cukup besar, karena banyaknya jumlah penduduk dan pembangunan sekolah baru. Sehingga dengan begitu otomatis juga akan membutuhkan tambahan guru," tuturnya.<br /><br />Frans mengatakan, hampir semua daerah terpencil membutuhkan guru terutama Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah 318 sekolah. Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di Kecamatan Kubu, Batu Ampar dan Terentang juga masih membutuhkan guru di masing-masing kecamatan.<br /><br />"Untuk daerah yang relatif agak sulit hubungannya memang membutuhkan tenaga guru yang termasuk kategori yang terpencil," kata Frans.<br /><br />Mengenai kemauan dari para guru untuk ditempatkan didaerah terpencil, Frans memastikan guru pasti mau. Pasalnya perhatian pemerintah kepada nasib guru sekarang ini sudah baik, terlebih kepada guru yang berada di daerah terpencil.<br /><br />"Sekarang ini nasib guru sudah lain, dengan ada sertifikasi dan lainnya. Tidak hanya itu, perhatian pemerintah terhadap guru yang berada di daerah terpencil sangat besar dan hal tersebut terbukti dengan adanya pemberian tunjangan kepada guru didaerah terpencil dari pemerintah," kata Frans.<br /><br />Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kubu Raya itu juga menjelaskan kebutuhan tenaga pendidik jika dihitung selalu kurang. Kementeriaan Pendidikan Nasional saja sampai kini tidak mampu mengatasi problematika guru-guru daerah terpencil di Indonesia.<br /><br />Berdasarkan hal tersebut, dia menyatakan telah memiliki cara tersendiri untuk memfokuskan keberadaan guru di daerah terpencil.<br /><br />Ia menambahkan, selama ini masalah klasik tenaga guru enggan berada di daerah terpencil adalah sakit, harus dibawa ke dokter dan tidak biasa hidup di daerah pedalaman.<br /><br />Namun, ia meminta dengan kondisi terbatas, guru harus mampu bertugas maksimal. Pasalnya, guru adalah profesi pilihan. (phs/Ant)</p>