Kubu Raya Kembangkan Pesisir Dan Pulau Kecil

oleh

Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kubu Raya konsisten mengembangkan sektor kelautan di daerahnya dengan menindaklanjuti Rencana Strategi Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RSWP3K) yang telah rampung penyusunannya pada 2010. <p style="text-align: justify;">"Tindak lanjutnya dengan menyusun Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K). Penyusunan itu dijalankan Pemkab Kubu Raya dan difasilitasi Balai Pengelolaan Wilayah Pesisir (BPSPL) Pontianak, diperkirakan selesai pada tahun 2011/2012," kata Kepala Bidang Pesisir Pengawasan dan Konservasi, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kubu Raya, Jemain, di Sungai Raya, Selasa.<br /><br />Menurut dia, penyusunan Rencana RSWP3K dan RZWP3K sesuai amanat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil sebagai bagian yang integral dalam Rencana Tata Ruang Wilayah.<br /><br />Selain itu, lanjutnya, pelaksanaan itu sebagai arah kebijakan yang akan ditempuh dalam melaksanakan pembangunan di wilayah pesisir dan pulau-Pulau kecil berbasis perikanan berkelanjutan.<br /><br />Menurut dia, komitmen Pemkab Kubu Raya dalam pembangunan perikanan yang tertuang secara jelas dan tegas dalam RSWP3K dan RZWP3K ternyata mendapat sambutan dan apresiasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui pengalokasian Bantuan Bank Dunia dengan proyek "Coastal Community Development International Fund for Agricultural Development" (CCD-IFAD)tahun 2012 -2016.<br /><br />"Pengalokasian proyek CCD-IFAD tersebut ditetapkan dari hasil pengamatan, penilaian yang cukup panjang, dan penilaiannya bertumpu pada komitmen pemerintah kabupaten, potensi perikanan dan ekosistem pesisir yang ada," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, penilaian itu telah dilakukan sejak tahun 2009 oleh pejabat Direktorat Pemberdayaan Masyarakat pesisir dan Pengembangan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.<br /><br />Di antaranya mengadakan pertemuan dengan Bupati Kubu Raya, meninjau aktivitas dapur arang bakau di Desa Batu Ampar, tutupan mangrove di kawasan Sungai Sepadan, aktivitas pengolahan ikan di Padang Tikar, aktivitas nelayan di Sepuk Pangkalan dan laporan tahapan penyusunan RSWP3K dan RZWP3K.<br /><br />"Di samping itu tentunya diperkuat pula oleh dukungan/rekomendasi dari Pemprov Kalbar, dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat," kata Jemain. <strong>(phs/Ant)</strong></p>