Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat berencana mengelola dan memanfaatkan ekosistem gambut serta pengembangan bahan bakar nabati berkelanjutan. <p style="text-align: justify;">"Satu usaha yang kita lakukan untuk mengarah ke pengelolaan lahan gambut dan bahan bakar nabati kelapa sawit itu dengan menggelar lokakarya bekerja sama dengan Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati dan Masyarakat Lahan Basah Untan dan Center For International Forestry Research Bogor," kata Kepala BLH Kubu Raya, Aswin Fuad.<br /><br />Menurutnya, lokakarya itu bertujuan untuk menginformasikan secara luas tentang hasil penelitian mengenai fungsi dan pemanfaatan gambut untuk perkebunan kelapa sawit dan bahan bakar nabati di kabupaten kubu raya.<br /><br />"Sebagaimana kita ketahui bahwa lebih dari 70 persen dari keseluruhan wilayah Kabupaten Kubu Raya merupakan kawasan bergambut yang rentan terhadap kerusakan," ucapnya.<br /><br />Dalam lokakarya itu dipaparkan hasil penelitian yang disampaikan oleh BLDH Kalimantan Barat, PPKMLB Untan, Cifor, WWF Malaysia dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia.<br /><br />"Lahan gambut mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia, karena gambut berfunsi sebagai penangkap air serta penjaga karbon, hal ini sangat terkait dengan isu perubahan iklim " ucapnya.<br /><br />Dalam loka karya itu, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan memberikan penekanan pada konsep keberlanjutan dalam pengelolaan dan pemanfaaatan kawasan gambut yang tetap menjadi prioritas pemerintah kabupaten.<br /><br />"Kita mengharapkan dalam hasil lokakarya akan diperoleh gambaran tentang model peengelolaan dan pemanfaatan gambut dari hulu ke hilir," kata Muda.<br /><br />Dengan demikian, kebijakan pemerintah daerah ke depan dapat memberikan proteksi guna mendukung ketersediaan bahan bakar nabati.<br /><br />Muda juga menilai perlu dirancang suatu kelompok kerja yang efektif dan focus untuk merumuskan pengelolaan dan pemanfaatan gambut secara berkelanjutan yang diharapkan dapat membantu dan memperkuat pemberdayaan dan pendampingan masyarakat.<br /><br />Di tempat yang sama, Ketua Komisi C DPRD Kubu Raya, Agus Sudarmansyah menambahkan pelaku investasi perkebunan kelapa sawit dan Pemkab Kubu Raya bersama masyarakat dan akademisi harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan perlu diselelaraskan dengan berbagai kegiatan perkebunan kelapa sawit di Kubu Raya.<br /><br />"Jangan sampai nilai ekonomis yang di dapat sekarang tidak sebanding dengan dampak lingkungan yang akan terjadi dikemudian hari," kata Agus. <strong>(phs/Ant)</strong></p>











