Kubu Raya Permudah Sipi Bagi Nelayan

oleh

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mempermudah pengeluaran Surat Ijin Penangkapan Ikan kepada seluruh nelayan yang ada di daerah itu untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat proses pembangunan di daerah pesisir. <p style="text-align: justify;"><br />"Hal ini kita lakukan untuk meningkatkan pendapatan para nelayan. Karena selama ini, para nelayan yang ada di daerah pesisir Kubu Raya termasuk sebagai masyarakat daerah tertinggal, karenanya dengan mempermudah SIPI bagi nelayan, kita harapkan mereka bisa lebih banyak mendapatkan penghasilan dari melaut," kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Minggu.<br /><br />Dia menyatakan, belum lama ini pihaknya menyerahkan 41 SIPI dan enam SIUP kepada perwakilan nelayan dari Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya.<br /><br />"Dokumen tersebut merupakan hal yang penting bagi nelayan Sungai Kakap yang selama puluhan tahun sudah terkenal menjelajahi samudera hingga berminggu-minggu di laut, mencari hasil tangkapan dan berpindah-pindah tempat, bahkan sampai ke luar Pulau Kalimantan," katanya.<br /><br />SIPI dan SIUP tersebut diberikan secara cuma-cuma atau tidak dipungut biaya dan pengajuannya melalui kebijakan kepala daerah.<br /><br />Muda mengatakan, sebagian besar memang kapal nelayan jenis ini memburu ikan-ikan besar seperti jenis hiu dan lainnya yang bernilai ekonomi tinggi. Namun, sejak setahun belakangan ini mereka menjadi was-was lantaran bingung mau mengurus Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI), padahal tanpa surat tersebut, bisa jadi kemmanapun mereka bersandar perjalanan mereka jelas tidak lengkap secara administrasi.<br /><br />Hal itu terjadi hingga saat ini. Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kubu Raya masih menyusun dan merancang peraturan daerah terkait SIPI dan sejenisnya.<br /><br />Mengetahui hal itu, Bupati Kubu Raya langsung mengambil kebijakan untuk menggratiskan permohonan SIPI bagi nelayan Sungai Kakap dan dipertegas dengan Peraturan Bupati Kubu Raya terkait SIPI.<br /><br />"Sebagai bupati saya minta maaf kepada nelayan atas terkendalanya SIPI dan berdampak banyaknya nelayan yang tidak bisa melaut, bahkan saya dengar laporan ada beberapa kapal nelayan Sungai Kakap yang terpaksa ditahan karena tidak memiliki SIPi," kata Muda.<br /><br />Kepastian Beberapa bulan lalu, karena tidak adanya kepastian dikeluarkannya SIPI, beberapa nelayan Sungai Kakap ada yang mengurus perizinan di kabupaten induk dan provinsi.<br /><br />"Persoalan ini cukup lama berlangsung, namun baru beberapa hari belakangan ini laporannya masuk ke saya. Jadi, untuk menebus masalah ini, saya menggratiskan permohonan perizinannya," katanya.<br /><br />Ia berharap, setelah SIPI tidak lagi menjadi persoalan, nelayan Sungai Kakap maupun di Kubu Raya yang akan mengurus SIPI, tidak lagi resah dan takut untuk melaut.<br /><br />Muda menjelaskan, saat ini banyak kendala untuk pengurusan berbagai perizinan. Melalui Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (Pelayanan Satu Pintu) Pemda Kubu Raya memberikan kemudahan sepenuhnya kepada masyarakat.<br /><br />Seorang nelayan dari Sungai Kakap, Samsudin mengatakan sebetulnya persoalan itu tidak perlu sampai ke Bupati, namun karena sudah terlalu lama dia dan rekan-rekan nelayan lain tidak mendapatkan kejelasan, akhirnya aspirasi itu disampaikan langsung kepada Bupati.<br /><br />"Kami bersyukur, ketika beliau mengetahui langsung merespon. Dengan begini, kami tidak lagi resah melaut dan mencari nafkah," kata Samsudin. <strong>(das/ant)</strong></p>