Kubu Raya Target Tuntaskan Tapal Batas 2011

oleh

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menargetkan menuntaskan masalah tapal batas, baik antardesa maupun kecamatan di daerah ini pada Juni 2011. <p style="text-align: justify;"><br />"Saya meminta pihak desa dan kecamatan menyerahkan data apa adanya mengenai masalah tapal batas, dan tidak dimanipulasi karena kepentingan lain, dan kita melakukan verifikasi data tersebut. Dari verifikasi itu akan diperiksa apakah ada surat yang cacat hukum, pengalihan tapal batas, dan lainnya," katanya di Rasau Jaya, Kamis (03/03/2011). <br /><br />Menurut dia, Pemerintah Kubu Raya menargetkan masalah tapal batas tersebut tuntas pada semester pertama, atau Juni 2011. "Mudah-mudahan sampai pada semester pertama tahun ini, masalah tapal batas tuntas sekaligus," katanya. <br /><br />Penyelesaian secara tuntas yang dimaksudkan Muda tersebut, yakni langsung menyentuh akar permasalahannya. Sehingga ketika tapal batas ditentukan nantinya tidak berdampak buruk di masa mendatang. <br /><br />Oleh karena itu, ia menuntut peran aktif dari pemerintah desa dalam menyelesaikan permasalahan tapal batas yang kerap terjadi di kabupaten tersebut. <br /><br />"Tidak bisa penyelesaian masalah tapal batas hanya dengan mengeluarkan surat keputusan," katanya. <br /><br />Tetapi, menurut Muda, dibutuhkan kejelasan pendataan agar di masa mendatang tidak tersangkut masalah perdata. Bila peta dan batas desa dikeluarkan tetapi berujung pada masalah perdata tentunya akan lebih banyak lagi masalah yang muncul. <br /><br />Oleh karena itu, bupati menuntut pemerintah desa dan kecamatan untuk menyajikan data yang valid mengenai tapal batas, khususnya bagi desa yang bermasalah. Ini agar ketika verifikasi data dilakukan, tidak ada benturan di masyarakat. <br /><br />"Kita mengharapkan masyarakat bersabar, karena kita melakukan ini dengan hati-hati agar hasilnya lebih baik atau tidak menimbulkan masalah lainnya," katanya. <br /><br />Apabila verifikasi data tersebut telah dilakukan, tidak hanya peta danbatas antardesa dan kecamatan, tetapi juga akan dikeluarkan rekomendasi-rekomendasi yang harus dilaksanakan di tingkat desa dan kecamatan. <br /><br />"Konsekuensi dari penyelesaian masalah ini terus terang saja, pasti ada beberapa hak yang berkurang, sehingga kita tidak ingin buru-buru menyelesaikannya. Kita tidak mau timbul masalah yang lebih besar lagi," katanya. <br /><br />Muda juga menjelaskan hal tersebut terkait dengan adanya keluhan di beberapa desa dan kecamatan terkait tapal batas, di mana permasalahan tersebut telah ada sejak belum terbentuknya Kubu Raya. <br /><br />Menurut Kepala Desa Rasau Jaya II, Lilik Suprapti, permasalahan tapal batas di desanya saat ini mesti segera diselesaikan, karena apabila dibiarkan berlarut-larut permasalahannya akan semakin pelik, karena kepemilikan lahan yang dipermasalahkan itu sudah berpindah tangan ke warga luar desanya. <br /><br />"Berdasarkan aspirasi yang kami terima dari masyarakat bawah telah muncul gejolak, beruntung masyarakat masih bisa dikendalikan untuk tidak menyelesaikan sendiri persoalan tersebut," kata Lilik. <br /><br />Melihat permasalahan tersebut, dia mengharapkan Pemkab Kubu Raya dapat segera menyelesaikan permasalahan tapal batas itu. "Kalau persoalan ini tidak segera diselesaikan, tentunya akan sangat sulit menjalankan program-program pembangunan lainnya," katanya. <br /><br />Di tempat yang sama, anggota DPRD Kubu Raya Daerah Pemilihan Rasau Jaya, Suprapto menilai masalah tapal batas mencuat setelah semakin banyaknya investor yang menanamkan modalnya di Kubu Raya. <br /><br />"Sebelum ada investor, masyarakat tenang-tenang saja. Karena investor itu menguntungkan barulah mereka saling mengklaim," katanya. <br /><br />Ketua Komisi B DPRD Kubu Raya yang juga warga Rasau Jaya II itu mengharapkan masalah seperti ini menjadi perhatian bersama dan Pemkab Kubu Raya dapat segera menyelesaikannya tanpa menimbulkan konflik antarmasyarakat atau konflik horizontal. <br /><br />"Kami juga memohon kepada TNI/Polri untuk turut membantu Pemkab Kubu Raya dalam menyelesaikan masalah tapal batas ini agar tetap tertib dan aman," kata Suprapto. <strong>(phs/Ant)</strong></p>