Kucuran Dana Untuk Perbatasan Harus Tepat Sasaran

oleh

Kunjungan rombongan kementrian pembangunan daerah tertinggal (PDT) ke Sintang belum lama ini memang menghasilkan kesepakatan sementara bahwa daerah perbatasan di Sintang akan mendapatkan alokasi dana hingga Rp 700 miliar lebih. <p style="text-align: justify;">ini tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat Sintang, khususnya masyarakat di daerah perbatasan. Banyak pula kalangan yang berharap agar dana tersebut benar-benar tepat sasaran untuk membangun daerah perbatasan. <br /><br />Terutama bidang infrastruktur yang dianggap paling dibutuhkan oleh masyarakat di perbatasan. <br /><br />“Kita berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti hasil rapat koordinasi tersebut sesuai dengan arahan dari utusan menteri yang datang ke Sintang. namun satu yang perlu diingat, bahwa dana sekian ratus miliar itu harus tepat sasaran untuk membangun perbatasan,”ungkap Heri Jamri, anggota DPRD dapil II jalur Ketungau baru-baru ini. <br /><br />“Selama ini pembangunan infrastruktur seperti jalan masih sangat minim, kalaupun ada sangat memprihatinkan,” ucapnya. <br /><br />Dicontohkanya tentang kondisi ruas jalan yang menghubungkan Sintang-Ketungau Hulu hingga desa Jasa. menurutnya sudah puluhan tahun jalan tersebut tidak ada perubahan, yang ada makin lama makin parah tingkat kerusakannya. <br /><br />Bila musim hujan tiba, jalan akan berubah menjadi kubangan lumpur sehingga tidak bisa dilalui oleh masyarakat. “Kondisi jalan inilah yang menyulitkan masyarakat untuk memasarkan hasil pertanian maupun perkebunan, termasuk hasil sumber daya alam lainnya ke ibu kota kabupaten,” kata Heri. <br /><br />Kerusakan jalan menuju perbatasan juga menurutnya menjadi pemicu tingginya harga barang di perbatasan. Perbedaan harga dengan di kota Sintang hampir mencapai dua kali lipat. Penanganan ruas jalan Sintang-Ketungau Hulu dan Desa Jasa memang memerlukan dana cukup besar.  Jalan Sintang-Jasa memiliki panjang lebih dari 100 KM. Jalan itu menghubungkan Kota Sintang dengan tiga kecamatan, masing-masing Ketungau Hilir, Ketungau Tengah, dan Ketungau Hulu.<br /><br />Senada dengan Heri Jamri, anggota legislatif dari dapil Ketungau lainnya, Mardiyansah sepakat bila infrastruktur seperti jalan meski menjadi prioritas. Ia juga mengatakan bahwa masyarakat di daerah perbatasan bisa lebih maju bila pintu lintas batas (PLB) sudah dibangun. <br /><br />“Pembangunan PLB ini tentunya harus sudah didukung dengan infrastruktur jalan yang memadai, maka infrastruktur yang harus dibenahi,” ucapnya.  <br /><br />Legislator yang akrab di sapa Ipit ini mengatakan bahwa kedatangan rombongan dari berbagai kementerian dan kelembagaan pusat ini diharapkannya tidak hanya sekedar kunjungan saja. Namun harus ada realisasi nyata dalam bentuk anggaran khusus. <br /><br />Apalagi saat ini di Sintang telah dibentuk BNPP kabupaten. <br />Secara terpisah, kepala BNPP Sintang, Abdurani, mengaku tengah menyiapkan sejumlah program untuk pembangunan daerah perbatasan. <br /><br />Untuk menyelesaikan program yang akan dilaksanakan oleh badan yang baru dipimpinya ini, ia mengaku masih sangat perlu mendapatkan masukan dari masyarakat. <strong>(ast)</strong></p>