Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat Yomin Tofri menyatakan, jumlah kunjungan wisatawan mencanegara ke provinsi itu sepanjang November 2011 mengalami kenaikan sebesar 37,23 persen, dari 2.149 naik menjadi 2.949 orang. <p style="text-align: justify;">"Masuknya Wisman ke Kalbar masih didominasi melalui pintu masuk Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) di Entikong, Kabupaten Sanggau," kata Yomin Tofri saat menyampaikan berita resmi statistik di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, pintu masuk resmi Wisman ke Kalbar masih melalui PPLB di Sanggau, untuk sepanjang November 2011 sebanyak 2.253 orang atau naik sekitar 52,02 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 1.482 orang.<br /><br />Sementara Wisman yang masuk melalui Bandara Supadio Pontianak juga mengalami peningkatan sebesar 4,35 persen dibanding bulan sebelumnya, yakni dari 667 orang meningkat menjadi 696 orang, kata Yomin.<br /><br />"Jumlah Wisman yang masuk melalui PPLB Entikong masih mendominasi yakni sebesar 76,40 persen sementara melalui Bandara Supadio sebesar 23,60 persen," ungkap Yomin.<br /><br />Lima negara terbanyak berkunjung ke Kalbar pada November 2011, diantaranya negara Malaysia 2.589 orang atau 87,79 persen, kemudian disusul dari Singapura sebanyak 134 orang atau 4,54 persen, Brunei Darussalam 98 orang atau 3,32 persen, Filipina 35 orang atau 1,19 persen, dan Australia sebanyak 18 orang atau 1,19 persen, serta dari negara lainnya sebanyak 75 orang atau 2,54 persen.<br /><br />Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya menyatakan, banyak objek wisata alam maupun berbagai seni dan budaya masyarakat provinsi itu yang belum dikenal karena sulit terjangkau akibat minimnya infrastruktur.<br /><br />"Sebenarnya Kalbar kaya akan objek wisata alam yang kemudian ditunjang dengan berbagai macamnya seni dan budaya yang terdiri dari multi etnis," katanya.<br /><br />Ia menjelaskan, karena masih terkendala minimnya sarana infrastruktur membuat objek wisata alam Kalbar yang kaya akan keunikan flora dan fauna sehingga belum banyak diketahui oleh wisatawan mancanegara.<br /><br />"Seperti keunikan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) yang hingga kini juga belum tergarap dengan maksimal karena kendala infrastruktur," katanya.<br /><br />Wagub Kalbar mengajak masyarakat untuk tetap menjaga dan melestarikan objek wisata alam dan kekayaan seni dan budaya yang multi etnis tersebut agar bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Kalbar.<br /><br />Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kalbar mencatat, program ekowisata atau wisata alam di provinsi itu terhambat karena minimnya infrastruktur dan terbatasnya akses transportasi ke daerah pedalaman.<br /><br />Ada dua daerah yang mempunyai banyak daerah wisata alam unggulan, yakni di Kabupaten Kapuas Hulu dan Ketapang, tetapi akses menuju dua daerah tersebut masih terbatas.<br /><br />Kabupaten Kapuas Hulu berada di pedalaman dan hulu Sungai Kapuas sedangkan Ketapang di bagian selatan Kalbar.<br /><br />Objek wisata alam merupakan andalan bagi Kalbar dalam menarik wisatawan terutama mancanegara tetapi untuk mencapai dua kabupaten tersebut butuh waktu lama kalau menggunakan transportasi darat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















