Kunjungan Wisman Ke Kalbar Naik 39,51 Persen

oleh

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat menyatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi itu selama Mei 2013 mengalami kenaikan 39,51 persen, dari 1.688 orang pada April menjadi 2.355 orang pada Mei. <p style="text-align: justify;">"Kami juga tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan kunjungan wisman ke Kalbar, padahal event umumnya tidak ada," kata Kepala BPS Kalbar, Badar di Pontianak, Selasa.<br /><br />Sebelumnya, BPS Kalbar mencatat jumlah kunjungan wisman ke Kalbar selama April 2013 mengalami penurunan sebesar 37,41 persen dibanding bulan sebelumnya dari 2.697 orang menjadi 1.688 orang.<br /><br />Badar menjelaskan, kunjungan wisman ke Kalbar yang tercatat secara resmi hanya melalui dua pintu, yakni Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong di Sanggau, dan Bandara Supadio Pontianak.<br /><br />Kunjungan wisman melalui pintu masuk dari PPLB Entikong naik sebesar 42,50 persen, dan melalui Bandara Supadio Pontianak juga mengalami kenaikan 26,43 persen.<br /><br />"Jumlah kunjungan wisman ke Kalbar selama Mei 2013, sangat dipengaruhi oleh wisman yang masuk melalui PPLB Entikong, yakni sebesar 83,51 persen, sisanya melalui Bandara Supadio Pontianak sebesar 16,86 persen," ungkapnya.<br /><br />Badar menambahkan, tren naik turunnya kunjungan wisman ke Kalbar sangat dipengaruhi, adanya event wisata, seperti Perayaan Cap Go Meh, Sembahyang Kubur yang dilakukan oleh warga Tionghoa dan event lainnya.<br /><br />Oleh karena itu, saat ini, Pemerintah Kalbar, Kota Pontianak dan Singkawang bekerjasama dengan pengurus yayasan warga Tionghoa secara rutin menggelar perayaan Cap Go Meh dengan maksud bisa mendongkrak kunjungan wisman ke provinsi itu umumnya, dan ke Kota Pontianak dan Singkawang khususnya.<br /><br />Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya berharap perayaan Cap Go Meh atau CGM yang setiap tahun diselenggarakan di Kota Pontianak dan Singkawang, bisa mendongkrak kunjungan Wisman ke provinsi itu.<br /><br />"Perayaan CGM yang rutin diselenggarakan di dua kota di Kalbar ini, patut dilestarikan sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk orang luar menyaksikannya," katanya.<br /><br />Apalagi, menurut dia, perayaan CGM selain menampilkan arakan naga juga dirangkai dengan karnaval budaya dari berbagai etnis di Kalbar, diantaranya etnis Melayu, Dayak, dan lain-lain. <strong>(das/ant)</strong></p>