Kunjungan Wisman Ke Kalbar Naik 49,54 Persen

oleh

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat menyatakan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Kalimantan Barat selama November 2013 naik 49,54 persen dari sebelumnya sebanyak 1.976 orang menjadi 2.955 orang. <p style="text-align: justify;">"Dua dua bulan terakhir kunjungan wisman ke Kalbar memang tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, bulan Oktober naik sebesar 8,39 persen, dan bulan ini kembali naik sebesar 49,54 persen," kata Kepala BPS Provinsi Kalbar, Badar di Pontianak, Jumat.<br /><br />Badar menjelaskan, hingga kini baru dua pintu masuk resmi ke Kalbar, yakni Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong, Kabupaten Sanggau, dan melalui Bandara Supadio Pontianak.<br /><br />Jumlah wisman yang masuk ke Kalbar melalui pintu masuk PPLB Entikong sepanjang November 2013 naik sebesar 49,45 persen, dan melalui Bandara Supadio juga mengalami kenaikan sebesar 49,88 persen dibanding bulan sebelumnya.<br /><br />"Dari data yang kami peroleh, jumlah kunjungan wisman yang masuk ke Kalbar sangat dipengaruhi oleh wisman yang masuk melalui PPLB Entikong dengan kontribusi sebesar 78,85 persen, dan sisanya sebesar 21,15," ungkapnya.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat kota setempat, Ana Suardiana menyatakan, guna menarik wisman untuk berkunjung ke kota itu, Pemerintah Kota Pontianak akan melakukan penataan kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianak agar lebih menarik untuk dikunjungi.<br /><br />Tugu Khatulistiwa didirikan tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah, sudah banyak mengalami perubahan dan dikerjakan oleh berbagai kebangsaan dalam catatan sejarah.<br /><br />Dalam setahun terjadi dua kali peristiwa kulminasi matahari, yakni benda yang ditancapkan tegak lurus tidak terlihat bayangannya. Pasalnya, matahari berada tegak lurus di atas kepala manusia, yakni pada tanggal 21-23 Maret pukul 11.50 WIB, dan tanggal 21-23 September jam pukul 11.38 WIB di Tugu Khatulistiwa Pontianak.<br /><br />Kulminasi matahari merupakan peristiwa alam yang hanya terjadi di lima negara, antara lain di Indonesia, tepatnya di Pontianak. Ke-4 negara lain, masing-masing Afrika, yaitu Gabon, Zaire, Uganda, Kenya dan Somalia. <strong>(das/ant)</strong></p>