Kunjungan Wisman Ke Kalbar Turun 15,56 Persen

oleh

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Kalimantan Barat April 2011 mengalami penurunan dari 2.372 orang menjadi 2.003 orang atau sebesar 15,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya. <p style="text-align: justify;">"Ada dua pintu masuk Wisman ke Kalbar, yakni melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas di Entikong dan Bandara Supadio Pontianak," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar Edi Rahman Asmara saat dihubungi di Pontianak, Kamis.<br /><br />BPS Kalbar mencatat jumlah Wisman yang masuk melalui PPLB Entikong mengalami penurunan sebesar 13,86 persen dari sebanyak 2.006 orang pada Maret menjadi 1.728 orang pada April. Sementara melalui Bandara Supadio Pontianak juga turun 24,86 persen, yakni dari 366 orang menjadi 275 orang.<br /><br />"Sepinya kunjungan Wisman ke Kalbar mungkin sepanjang April tidak ada event yang bisa menarik minat orang untuk berkunjung kesini," kata Edi.<br /><br />Menurut dia, lima negara terbanyak berkunjung ke Kalbar sepanjang April, yakni negara Malaysia sebanyak 1.609 orang atau 80,33 persen, Singapura 82 orang atau 4,09 persen, Brunai Darussalam 73 orang atau 3,64 persen, China 58 orang atau 2,90 persen, Australia 26 orang atau 1,30 persen dan negara lainnya 155 orang atau 7,74 persen.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya Alam Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kalbar Kusmayadi menyatakan, program ekowisata atau wisata alam di provinsi itu terhambat karena minimnya infrastruktur dan terbatasnya akses transportasi ke daerah pedalaman.<br /><br />Ia mengatakan, ada dua daerah yang mempunyai banyak daerah wisata alam unggulan. "Yakni di Kapuas Hulu dan Ketapang, tetapi akses menuju dua daerah tersebut masih terbatas," katanya.<br /><br />Kabupaten Kapuas Hulu berada di pedalaman dan pehuluan Sungai Kapuas sedangkan Ketapang di bagian selatan Kalbar.<br /><br />Ia mengakui, wisata alam sesungguhnya andalan bagi Kalbar dalam menarik wisatawan terutama mancanegara.<br /><br />Namun, lanjut dia, untuk mencapai dua kabupaten tersebut butuh waktu lama kalau menggunakan transportasi darat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>