Kunjungan Wisman Ke Kalbar Turun 16,63 Persen

oleh

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat Yomin Tofri menyatakan, kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi itu sepanjang Februari 2012 turun sebesar 16,63 persen, dari sebelumnya 2.952 orang menjadi 2.461 orang. <p style="text-align: justify;">"Kami juga tidak mengetahui secara pasti pemicu penurunan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalbar, padahal pada Februari ada momen Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak dan Singkawang yang biasanya banyak dikunjungi wisatawan," kata Yomin Tofri di Pontianak, Selasa.<br /><br />Data BPS Kalbar, mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi itu pada Januari juga mengalami penurunan sebesar 26,97 persen dari sebelumnya 4.042 orang menjadi 2.952 orang.<br /><br />"Ada dua pintu resmi masuknya wisatawan mancanegara ke Kalbar, yakni melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong di Kabupaten Sanggau dan melalui Bandara Supadio Pontianak," ujarnya.<br /><br />Masuknya kunjungan wisatawan mancanegara melalui PPLB Entikong sepanjang Februari, turun sebesar 23,04 persen dari sebelumnya tercatat 2.318 orang menjadi 1.784 orang. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Supadio naik sebesar 6,78 persen, dari sebelumnya 634 orang menjadi 677 orang sepanjang Februari 2012.<br /><br />Yomin menambahkan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalbar sangat dipengaruhi yang datang melalui pintu masuk PPLB Entikong dengan memberikan kontribusi sebesar 72,49 persen, dan sisanya sekitar 27,51 persen melalui pintu masuk Bandara Supadio Pontianak.<br /><br />Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, perayaan Cap Go Meh yang setiap tahun diselenggarakan di Kota Pontianak dan Singkawang merupakan modal sosial yang perlu terus dilestarikan di Indonesia.<br /><br />"Setiap tahun saat Cap Go Meh di Kota Singkawang, Pontianak dan beberapa tempat lainnya di Kalbar, digelar Festival Cap Go Meh. Festival budaya itu menunjukkan akulturasi yang harmonis," katanya.<br /><br />Ia menjelaskan, pemerintah provinsi dan kabupaten sangat mendukung dilestarikan dan diperingatinya perayaan Cap Go Meh oleh warga Tionghoa karena sangat menarik dan menjadi modal sosial untuk terus dilestarikan, dijaga dan dikembangkan dengan baik dalam menarik minat wisatawan mancanegara ke Kalbar. <strong>(phs/Ant)</strong></p>