Kunjungi Konstituen Jangan Cuma Jelang Pemilu

oleh

Mengunjungi konstituen di daerah pemilihan (dapil) seyogianya dilakukan sejak awal terpilih menjadi anggota DPR, bukan hanya setahun jelang pemilu seperti saat ini. <p style="text-align: justify;">Wakil Ketua Komisi IV dari F-PD Herman Khaeron mengaku heran dengan sesama kawan sefraksinya yang justru baru sekarang sibuk turun ke dapil. <br /><br />"Mereka itu tidak bersyukur. Sudah jadi anggota Dewan tapi jarang bertemu konstituen. Ada yang tidak tahu jumlah kecamatan di dapilnya," katanya sambil menggelengkan kepala, Sabtu (27/4).<br /><br />Saat reses ini, Herman lebih banyak menghabiskan waktunya keliling kampus untuk berbicara dalam acara seminar. "Saya ngasong dari kampus ke kampus," katanya. <br /><br />Bagi anggota Dewan yang sudah sering turun ke dapil sejak jadi anggota Dewan, masa reses ini pun tak terlalu istimewa. Sadar Subagyo dari Fraksi Partai Gerindra, misalnya, selama reses belum turun ke dapilnya. "Setiap minggu kan saya sudah biasa turun ke dapil. Jadi masa reses ini ya belum ke sana," katanya kepada JurnalParlemen, Sabtu (27/4). <br /><br />Hal itu karena Sadar sudah terbiasa mendatangi konstituen sehingga tidak perlu lagi ada agenda khusus di masa reses. Hal yang sama juga disampaikan rekan sefraksi Sadar, Agung Jelantik Sanjaya. <br /><br />Agung sudah terbiasa datang setiap ada kesempatan, bukan menjelang pemilu seperti saat ini. Baginya, bertemu konstituen bisa kapan saja dengan cara membawa "oleh-oleh" yang diperlukan konstituennya di Bali, yang sebagian besar petani. "Ya, ada bansos (bantuan sosial), seperti traktor, benih atau sapi," katanya. <br /><br />Cara-cara mendekati petani itu cukup efektif memelihara konstituen. Karena itu, Agung pun yakin bisa terpilih lagi dalam pemilu legislatif 2014. <em><strong>(das/jurnal parlemen)</strong></em></p>