Home / Tak Berkategori

Kuota Lima Persen, Dewan Sanggau Pertanyakan Kebijakan Pemkot Pontianak

- Jurnalis

Senin, 11 Juli 2011 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua komisi C yang membidangi masalah pendidikan DPRD Sanggau Salipus Sali mengatakan, pihaknya berencana mengadu ke komisi yang membidangi masalah pendidikan di DPRD Provinsi Kalbar. Terkait adanya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Kota Pontianak yang membatasi jumlah siswa yang boleh bersekolah di sekolah-sekolah yang ada di sekitar Kota Pontianak. <p style="text-align: justify;">Ketika dikonfirmasi, Jumat (8/7) disekitar gedung DPRD Sanggau Salipus Sali mengatakan, pengaduan ke DPRD Provinsi tersebut perlu dilakukan oleh pihaknya mengingat selama ini siswa-siswa yang berasal daerah masih sangat membutuhkan bisa bersekolah disekitar Kota Pontianak. Dengan alasan sekolah yang ada di daerah, khususnya Kabupaten Sanggau kualitasnya belum bisa menandingi sekolah yang ada di Pontianak.<br /><br />"Kita minta DPRD Provinsi Kalbar mengambil sikap atas kebijakan yang dikeluarkan oleh pemkot Pontianak, dengan melakukan pemanggilan terhadap walikota dan dinas pendidikan Kota Pontianak. Kita sadar sepenuhnya ini kebijakan pemkot Pontianak, hanya saja kebijakan ini merugikan kita di daerah sehingga kita harapkan DPRD Provinsi bisa mengambil sikap," tandasnya.<br /><br />Selain berupaya mendesak DPRD Kalbar untuk mempertanyakan kebijakan pemprov Kalbar dikatakan Sali, dirinya juga mendesak pemkab Sanggau untuk melakukan pembenahan sistem pendidikan di wilayah ini. Khususnya dalam menciptakan sekolah-sekolah berkualitas, dan diharapkan tidak kalah saing dengan sekolah-sekolah yang ada di Kota Pontianak.<br /><br />"Bisa saja apa yang terjadi ini, disebabkan karena pemerintah daerah Kabupaten Sanggau tidak memformat jauh-jauh hari pendidikan di wilayah ini agar memiliki kualitas tidak kalah dengan sekolah di Pontianak. Makanya ketika Kota Pontianak mengeluarkan kebijakan pembatasan lima persen untuk siswa yang berasal dari luar Kota Pontianak, kita yang di daerah yang panik," tandasnya. <strong>(phs)</strong></p>

Berita Terkait

Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri
Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa
Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi
Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali
Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau
Pemprov Kaltara Himbau PT. KIPI Serap Tenaga Kerja Lokal
Sekda Sintang Hadiri Sertijab Camat Binjai Hulu, Dorong Kades Buat Plang Nama Kampung
Kawasan Pedalaman Sintang Alami Banjir, Ini Kata Bupati Sintang

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:21 WIB

Desa Paal Raih Penghargaan Nasional Pemerintahan Desa 2025 dari Kemendagri

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:06 WIB

Pemkab Malinau Gelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:57 WIB

Dari Singkawang ke Boyolali, Nyarumkup Ikut Lokakarya Desa Berprestasi

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:24 WIB

Pemdes Paal Bersama DPMD Melawi dan DPMD Kalbar Ikuti Lokakarya Desa Berprestasi di Boyolali

Senin, 12 Januari 2026 - 20:45 WIB

Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau

Berita Terbaru