Kuota Premium Bersubsidi Kalbar 510.120 Kl

oleh

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Barat menyatakan, kuota premium bersubsidi Kalbar sebesar 510.120 kiloliter atau naik sekitar 25 persen dari kuota sebelumnya 408.096 kiloliter. <p style="text-align: justify;">"Tidak hanya kuota premium bersubsidi yang mengalami penambahan, BBM jenis solar juga mengalami penambahan," kata Kepala Dinas ESDM Agus Aman Sudibyo di Pontianak, Rabu.<br /><br />Ia menjelaskan, kuota BBM jenis solar untuk Provinsi Kalbar tahun 2012 mengalami penambahan sekitar 9,8 persen, dari sebelumnya 328.817 kiloliter menjadi 361.255 kiloliter.<br /><br />Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya menyampaikan ucapan syukur seiring disetujuinya keinginan masyarakat Kalimantan agar ada penambahan terhadap kuota BBM subsidi.<br /><br />Ia menjelaskan, penambahan kuota BBM bersubsidi Kalbar disetujui pada hasil rapat Forum Revitalisasi Percepatan Pembangunan Wilayah Kalimantan dengan Menteri ESDM dan jajaran terkait beberapa waktu lalu.<br /><br />Ia berharap masyarakat khususnya di Kalbar memahami bahwa ini bukan persoalan politik melainkan bagian dari upaya pemerintah baik pusat maupun daerah agar dapat melayani masyarakat dengan baik.<br /><br />Ia melanjutkan, masyarakat dapat bersama-sama mendukung apa yang telah menjadi keputusan rapat dengan Menteri ESDM tersebut.<br /><br />"Sekaligus sebagai komitmen bersama untuk mengatasi kelangkaan BBM di wilayah Kalimantan dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya. Ciptakan suasana yang kondusif sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat dicapai," kata dia.<br /><br />Forum Revitalisasi Percepatan Pembangunan Wilayah Kalimantan yang dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan, Rudi Ariffin didampingi Wakil Gubernur Kalbar, Kalteng dan Kepala Bappeda Kaltim memenuhi undangan rapat Menteri ESDM untuk menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR-RI beberapa waktu lalu di Jakarta.<br /><br />Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri ESDM Jero Wacik itu, masing-masing pimpinan kepala daerah tetap meminta agar ada tambahan kuota BBM bersubsidi di wilayah Kalimantan.<strong> (phs/Ant)</strong></p>