Home / Tak Berkategori

Kurang Gizi Penyebab Masih Tingginya Kematian Ibu Dan Anak

- Jurnalis

Jumat, 3 Juni 2011 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampanye Child Health Now Gizi Ibu dan Anak 1000 Hari yang menentukan disuarakan sudah hampir setahun lamanya sejak April 2010 lalu. World Vision Indonesia bersama para mitra dan masyarakat mengambil posisi lebih starategis berdasarkan kekuatan organisasi dalam mengisi kesenjangan inisiatif untuk pencapaian tujuan pembangunan milinium gold/MDGs 4 dan 5. <p style="text-align: justify;">“Inilah dasar untuk kita menngambil keputusan menkampanyekan gizi ibu dan anak sebagai salah satu pilar pencapaian tujuan,”ungkap Anggoro pengurus WPI Sekadau kepada kalimantan-news belum lama ini.<br /><br />Diceritakanya, di Indonesia tercatat 22 balita meninggal setiap jam. 60 % dari angka kematian tersebut disebabkan oleh hal-hal yang pada dasarnya dapat di cegah. Seperti, komplikasi bayi yang baru dilahirkan, pneumonia, diare, malaria dan HIV/AIDS.<br /><br />Yang menyedihkan dikatakan Anggoro lebih dari separuh angka kamatin di sebabpakan kekurangan gizi pada saat mengalami penyakit yang dapat di cegah. Selain itu bayi dengan berat badan lahir rendah empat kali lebih rentan meninggal dalam satu bulan pertama dibandingkan bayi dengan berat badan yang normal pada saat di lahirkan.<br /><br />“Kekurangan gizi pada saat ibu hamil menurukan status reprouksi yang sehat dan meningkatkan resiko kematian pada saat melahirkan,”tukasnya.<br /><br />Sedangkan ibu yang mengalami anemia bert 3,5 kali lebih rentan dan bagi ibu yang mendertita anemia sedang 1,35 kali lebih rentan meninggal saat melahirkan dibandingkan perempuan yang tidak anemia. Selain itu perempuan yang tidak naik berat badannya selama masa kehamilan juga dikatakan rentan melahirkan bayi yang berat badanya lahir rendah pula.<br /><br />“Kematian ibu didalam sebuah keluarga akan mencabut kesempatan bayi untuk mendafatkan pengasuhan yang optimal dan anak yang tidak memiliki ibu akibat meninggal akan rentan sepuluh kali terenggut nyawanya sebelum berusia lima tahun,”papar anggoro.<br /><br />Lebih jauh Anggoro menyatakan berdasarkan data diatas di tambah bukti dari penelitian global menimpulkan bahwa kesempatan emas yang bisa diulang kembali adalah masa kehamilan sampai anak berusia dua  tahun. Dalam priode ini status gizi ibu yang sedang mengandung dan anak menentukan status kesehatan dan gizi anak disaat massa mendatang.<br /><br />Hasil Resikesdas di indonesia tahun 2010 menunjukan bahwa status gizi anak indonesia masih sangat kurang. Secara nasional prevalensi gizi kurang pada anak balita dengan indek berat badan menurut umur adalah 17,9%. Sedangkan, prevelansi anak pendek (indek tinggi badan dan menurut berat) adalah 53,6% dan revlansi anak kurus (indek berat badan menurut tinggi badan) adalah 13,3%.<br /><br />“Angka-angka ini mengalami penurunan namun, tidak jauh berbeda dengan tahun 2007. Hingga, bisa dikatakan tidak ada perbaikan signifikan status gizi selama kurun waktu tiga tahun,”tukasnya.<br /><br />Sembari mengingatkan bahwasanya dengan keadaan demikian pemerntah harus bekerja keras agar target penurunan angka kematian balita menjadi 32/1000 dan angka kematian balita menjadi 23/1000 dapat tercapai di tahun 2015. <strong>(phs)</strong></p>

Berita Terkait

Wartawan Barito Utara Bentuk Perkumpulan Pewarta sebagai Wadah Profesionalisme dan Kebersamaan
Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H
Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025
Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:21 WIB

Wartawan Barito Utara Bentuk Perkumpulan Pewarta sebagai Wadah Profesionalisme dan Kebersamaan

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:57 WIB

Pemkab Malinau Mulai Persiapan Pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 H

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:57 WIB

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Berita Terbaru

Kepala Desa Paal, H. Sukarman saat menerima Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. (Dedi Irawan)

Berita

Hebat! Desa Paal Tembus 3 Besar Nasional PDKA 2025

Kamis, 15 Jan 2026 - 19:57 WIB