Kurang Tenaga PNS, Kades Ulak Muit Minta Tambahan Guru

oleh

Kepala Desa Ulak Muit Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Jupriadi mengharapkan pemerintah dalam hal ini Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) untuk melakukan pemerataan guru. pasalnya di SMP 1 Tanah Pinoh Barat, hanya mengandalkan tenaga pendidik honorer saja. <p style="text-align: justify;"><br />“Guru PNS yang ada di SMP 1 Tanah Pinoh hanya 2 orang saja, guru mata pelajaran dan kepala Sekolahnya. Sementara sisanya guru honor dengan jumlah sebanyak 6 orang. Yang mana harus mengajar murid sebanyak 96 siswa terdiri dari kelas I sampai kelas III,” kata Jupriadi saat ditemui di Kantor DPRD Melawi, Kamis (23/3).<br /><br />Lebih lanjut Ia mengatakan, persoalan guru disana enjadi perhatian khusus masyarakat. Pasalnya sekolah yang ada di desa tersebut menjadi tempat yang paling utama dituju masyarakat Tanah Pinoh Barat, karena keberadaan kecamatan yang paling jauh dari kecamatan lainnya.<br /><br />“Jadi saya dengar guru di Melawi ini sebenarnya cukup. Namun banyak menumpuk di dalam kota. Nah, terhadap sekolah dipedalaman ini seharusnya dilakukan pemerataan. Bukannya kita tidak yakin dengan jaran yang diberi oleh guru honor, namun merekaa juga terbatas,” katanya.<br /><br />Ia mengatakan, guru honor selama ini menjadi andalan masyarakat dalam mendidik para murid di SMP tersebut dalam membantu dua guru PNS yang ada. Namun tidak bisa juga mengharapkan sepenuhnya dengan guru honor tersebut. “Tidak bisa juga harusbersandar dengan guru honor. Gainya hanya dibayar tiga bulan sekali menggunakan dana BOS. Itupun tak seberapa, kan kasian,” paparnya.<br /><br />Untuk itu, lanjutnya, keberadaan dan penambahan guru PNS. Sebab mutu pendidikan anak-anak di pedalaman juga tergantung dari tenaga pendidik. <br /><br />“Ya, kita minta pemerataan dilakukan. Guru PNS di dalam kota sudah cukup banyak,” pungkasnya. (KN)</p>