Kutai Timur Tutup Lokalisasi Kampung Kajang

oleh

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur, Drs.H.Mugeni, mengatakan, Pemkab akan segera menutup salah satu lokasilisasi pelacuran Kampung Kajang, Desa Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan. <p style="text-align: justify;">Menurut Kepala Dinas Sosial Pemkab Kutai Timur, Drs.H.Mugeni, untuk melaksanakan penutupan secara permanen lokasi porstitusi Kampung Kajang, yang dihuni sekitar 300 lebih wanita pekerja seks itu, Pemkab telah membentukl tim yang melibatkan berbagai pihak dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Kutai Timur.<br /><br />Draft Surat Keputusan (SK) Bupati perihal Penutupan aktivitas kegiatan Perstitusi sudah siap, tinggal ditanda tangani Bupati kemudian sosialisasi kemudian segera diberlakukan kata Kepala Dinas Sosial Pemkab Kutai Timur, Drs.H.Mugeni, Rabu.<br /><br />Mereka yang termasuk dalam tim penutupan Kompleks Kampung Kajang sesuai draf SK bupati , masing-masing, Ketua Umum Asisten I Tata Praja, dan Ketua Harian Kadis Sosial. Kemudin ada juga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutai Timur, Satpol PP, Polisi, TNI, Bagian Hukum, Bagian Ekonomi, Dinas Kesehatan.<br /><br />Dengan terbitkan SK bupati ini, maka tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk tidak menutup kompleks WTS Kampung Kajang. Karena, usulan penutupan dan pemindahannya sudah cukup lama, makanya sudah waktunya di tutup.<br /><br />Dikatakan, H.Mugeni, meskipun SK belum ditanda tangani bupati, tetapi tim sejak dibentuk, kami sudah melakukan pertemuan dan rapat rutin dengan pengelola dan para mucikari Kampung Kajang. Mereka berkeras tidak mau pindah.<br /><br />Dalam rapat dengan tim mereka tidak mau pindah, bahkan sangat a lot pertemuannya, tetapi kita katakana bahwa tidak ada alasan, harus ditutup dan harus direlokasi.<br /><br />Kita katakan, suka tidak suka, mau tidak mau, harus ditutup, karena pengaruh dampak sosialnya cukup besar kata H.Mugeni, menambahkan, diruang kerjanya, Rabu.<br /><br />Mugeni mengatakan, meskipun kampung kajang harus ditutup, tetapi pemerintah akan memberikan lahan yang lebih luas, agar mereka berkembang dan berkembang disana. Tempatnya trans kaltim, antara Sangatta-Bengalon.<br /><br />Pemerintah hanya menyediakan lahan seluas sekitar 10 hektare di daerah Batota, tetapi mereka sendiri yang membangun rumah atau wisma masing-masing, sesuai selera masing-masing. kata Mugeni lagi.<br /><br />Ia mengatakan, bahwa, tidak ada dasar pemerintah untuk membangun kompleks atau wisma disana, hanya menyediakan lahannya sepuluh hektare, silahkan mereka bangun sendiri sesuai denga selera masing-masing. Lokasinya belum dipastikan, yang jelas antara Sangatt-Bengalon. <strong>(das/ant)</strong></p>